January 18, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Diskusi Jelang Musda Ditengah Dualisme KNPI Sulsel

Diskusi Jelang Musda Ditengah Dualisme KNPI Sulsel
Sinjai, Akuratnews. com - DPD II KNPI Kabupaten Sinjai akan melaksanakan Rapimda dan Musda pada 25, 26, 27 Desember 2020 mendatang di Gedung Hotel Rofina Sinjai. Skedul utama dalam forum pengambilan keputusan tertinggi ini adalah untuk memutuskan dan menetapkan pucuk pimpinan.

Sinjai, Akuratnews. com – DPD II KNPI Kabupaten Sinjai mau melaksanakan Rapimda dan Musda dalam 25, 26, 27 Desember 2020 mendatang di Gedung Hotel Rofina Sinjai. Agenda utama dalam forum pengambilan keputusan tertinggi ini adalah untuk memilih dan menetapkan pupus pimpinan.

Namun ditengah Panitia Rapimda maupun Musda mematangkan persiapan yang tinggal menghitung hari dan menggeliatnya kandidat calon pemimpin, DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan versi Nurkanita Maruddani Kahfi meminta penundaan Rapimda dan Musda KNPI Sinjai.

Penundaan itu dituangkan dalam surat bernomor 304/B/Sek/XII/2020, perihal penyampaian penundaan jadwal Rapimda dan Musda Pemuda/KNPI Sinjai berdasarkan hasil rapat pengurus harian DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan tertanggal 21 Desember 2020.

“Meminta Ketua DPD KNPI Sinjai menunda pelaksanaan Rapimda dan Musda untuk sementara periode, karena berpotensi tidak sesuai mekanisme organisasi. Itu poin hasil rapat pengurus harian DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan, ” membuka Korwil KNPI Sulsel, Irfan Badri saat dikonfirmasi, Rabu (23/12/2020).

Saat ini, kata Irfan, pihaknya menunggu hasil koordinasi ulang terkait surat penundaan tersebut serta jika KNPI Sinjai tidak merespon, maka KNPI Sulsel akan mengabulkan langkah tegas.

Terpisah, Ketua KNPI Sinjai Satria Ramli, yang dikonfirmasi mengaku sangat menghargai permintaan KNPI Sulsel versi Kanita. Namun dari itu, dirinya tetap akan melaksanakan Rapimda dan Musda sesuai pada rencana awal, yaitu tanggal 25 sampai 27 Desember 2020 mendatang.

“Kami sangat menghargai permintaannya untuk menunda, namun itu tentu sudah bersemuka dengan surat sebelumnya, yang mana meminta untuk segera melaksanakan Musda di Desember tahun ini, ” ucapnya.

Menurut Pendekar, pihaknya melihat ada sikap inkonsistensi dari KNPI Sulsel. Jadi pertanyaan, mekanisme organisasi apa saja yang dilanggar?.

“Kalau terkait undangan yang mana kami mengundang KNPI Sulsel versi Arham dengan dipersoalkan, maka saya kira invalid tepat hal itu dianggap menyalahi, karena yang kami lakukan adalah aspirasi OKP dan DPK di Sinjai, ” ungkapnya.

“Ada yang menginginkan Arham & ada juga menginginkan Kanita, sehingga dengan mengundang keduanya tentu menjelma opsi dengan harapan kalau keduanya bisa duduk bersama di Sinjai, bisa menjadi contoh yang indah bagi kabupaten/kota, khususnya di Sulsel. Apalagi pelaksanan Rapimda dan Musda telah kami koordinasikan kepada Tumenggung Sinjai dan beliau siap untuk membuka acara Musda KNPI Sinjai ke XV ini, ” berlanjut Satria.

Sedang disisi lain bergulirnya waktu, Ketua KNPI Sulsel versi Arham Basmin Mattayang diketahui dan dipastikan akan menghadiri Rapimda maupun Musda KNPI Sinjai pada tanggal 25 hingga 27 Desember 2020 mendatang.

“Sejauh ini pak Arham diperkirakan hadir, sebagaimana yang dimandatkan pada saya untuk mendampingi pelaksanaan kesibukan tersebut dan sejauh ini, Ketua KNPI Sinjai tidak melakukan penundaan Musda berdasarkan konfirmasi terakhir, ” ungkap Ketua Komisi OKK KNPI Sulsel, Imran Yusuf saat dikonfirmasi via telepon.

Sekedar diketahui, kepengurusan KNPI Sulsel menjalani dualisme antara Nur Kanita Maruddani Kahfi dan Arham Basmin Mattayang.