January 18, 2021

Orkutluv Update

Blog News

50 Ribu Paket Bansos Terbengkalai dalam Gudang Pulogadung, Ini Penyebabnya

50 Ribu Paket Bansos Terbengkalai dalam Gudang Pulogadung, Ini Penyebabnya
Jakarta, Akuratnews. com - Sekitar 50 ribu paket bantuan sosial (bansos) berisi sasaran pokok terbengkalai di sebuah gudang di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Informasi awal adanya bansos yang terbengkalai ini berasal dari video berdurasi 12 detik yang ditayangkan seseorang yang belum diketahui identitasnya dan beredar di jalan sosial.

Jakarta, Akuratnews. com kepala Sekitar 50 ribu paket bantuan sosial (bansos) menyimpan bahan pokok terbengkalai di suatu gudang di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Informasi awal adanya bansos yang terlunta-lunta ini berasal dari video berdurasi 12 detik yang ditayangkan seseorang yang belum diketahui identitasnya & beredar di media sosial.

Video itu menampilkan sejumlah karung bercorak merah dan putih menumpuk hingga memenuhi setiap ujung bangunan gudang dengan luas ruangan sekitar 400 meter persegi.

Atas hal itu, anggota Unit Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Cakung, mendatangi gudang itu guna meminta keterangan sejumlah saksi dalam lokasi gudang milik PT Penco Pangan Utama tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cakung, Iptu Stevanus Leonard Johannes mengatakan, kaum saksi termasuk pegawai dimintai informasi terkait laporan dugaan bantuan sosial yang terbengkalai di gedung tersebut.

“Nanti kami mau panggil beberapa orang lagi. Hari ini baru beberapa pegawai, tiga sampai empat pegawai yang telah kami minta keterangan, ” membuka Kanit Reskrim Polsek Cakung, Iptu Stevanus Leonard Johannes di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (21/12).

Proses peninjauan gudang serta menggali keterangan sejumlah saksi berlangsung sekitar satu jam. Taat Stevanus, ada lebih 50 ribu paket bansos yang dialokasikan pemangku gudang sejak tiga bulan berarakan.

Satu kemasan bansos berisi 10 kilogram beras, 10 bungkus mie instan, sembilan kaleng kecil sarden, dua liter patra goreng, dan satu botol saus sambal.

Bansos pada kemasan karung bercorak merah-putih itu disiapkan pengelola gudang untuk disodorkan sebagai bagian dari program sandaran Presiden kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Tapi taat Stevanus, berdasarkan keterangan saksi, bansos tersebut hingga kini belum didistribusikan sebab PT Penco Pangan Sempurna belum berhasil menjalin kerja cocok dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kerja samanya belum terjalin (dengan Kemensos). Mereka sudah siapin tetapi kelebihan stok di kian (Kemensos), akhirnya dia jual ke pedagang besar, supaya tidak celaka, ” ujar Stevanus lagi.

Ia mengatakan, puluhan ribu paket bansos itu tersimpan sejak tiga bulan lalu.

“Saya lihat itu expired-nya 2023, 2022. Jadi belum expired, ” kata dia.

Sejauh ini polisi belum memperoleh data yang mengarah pada perbuatan penimbunan bansos milik pemerintah oleh PT Penco Pangan Utama selaku manajer gudang.

Berdasarkan buatan keterangan pegawai, paket terbengkalai berbulan-bulan sebab belum ada kejelasan kegiatan sama antara perusahaannya dengan Kemensos terkait program bantuan presiden ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Meskipun paket bansos sebun selama tiga bulan, menurut Stevanus, proses pengawasan kelayakan produk langgeng dimonitor pengelola gudang.

“Mereka mencari dan menjual input dan output barang itu seluruh diseleksi sebanyak tiga kali, baik dari penyimpanan, surat jalan, penataan hingga dimasukkan lagi ke gudang. Jadi kalaupun expired pasti pedagang besar tersebut sudah komplain, tetapi sudah saya tanya tidak tersedia yang komplain, ” terang Stevanus lagi.

Ia menyungguhkan belum ada aliran dana sebab pemerintah yang masuk ke pemasokan bansos di perusahaan yang hidup di bidang pangan dan pergudangan tersebut.

“Sejauh tersebut belum ada uang negara menyelap ke sini. Belum ada, ” katanya.

Penyelidikan polisi pun hingga kini belum datang pada kesimpulan dugaan penimbunan bansos.

“Sampai sejauh tersebut kami masih dalam proses penyelidikan, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut, ” tukas Stevanus.