July 29, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Periode Rusak, Bendungan Kalamisu Luput Menjawab Pemerintah

Periode Rusak, Bendungan Kalamisu Luput Menjawab Pemerintah
Sinjai, Akuratnews. com - Sejumlah warga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bersusah payah memperbaiki Bendungan Kalamisu Kanan (Talentoa) yang jebol dan rusak parah sejak tahun 2017 akibat banjir.

Sinjai, Akuratnews. com – Sejumlah warga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bersusah payah memperbaiki Tanggul Kalamisu Kanan (Talentoa) yang jebol dan rusak parah sejak tahun 2017 akibat banjir.

Perbaikan dilakukan karena Bendungan Kalamisu Kanan merupakan satu-satunya sumber air atau irigasi buat puluhan hektar lahan pertanian disaat memasuki musim tanam.

Hal itu diungkap Andi Rancing, petani Desa Baru yang turut bergotong royong memperbaiki saluran sebab Bendungan Kalamisu, Kamis (10/12/2020).

Dengan nafas sedikit ngos-ngosan, dia menuturkan bahwa kerusakan jalan dan bendungan mencapai 30 meter. Untuk memperbaiki agar mengaliri tanah pertanian, dirinya bersama warga yang lain melakukan alternatif.

“Kami melakukan perbaikan bendungan tumbang serta bocor dengan menggunakan karung menyimpan pasir, supaya air masuk ke sawah. Ini kami lakukan di setiap musim tanam tiba. Berharap dengan kondisi begini, ada perhatian dari pemerintah, ” harap Petta Anci, sapaannya.

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Dukuh Baru, Satria Pairing. “Sangat disayangkan luput dari perhatian Pemkab Sinjai. Padahal Talentoa ini adalah satu diantara bendungan yang mengairi persawahan kira-kira 50 hektar dan lumbung padi yang ada di daerah Kecamatan Sinjai tengah, ” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai melalui Kepala Bidang SDA, A. Syarifuddin yang dikonfirmasi perihal kerusakan bendungan mengaku, hendak mengintruksikan dan melakukan peninjauan secepatnya di lokasi tersebut.

“Insya Allah tahun depan saya mencoba menganggarkan pekerjaan bronjong. Moga anggaran pemeliharaan sekarang ini, cukup untuk memperbaiki, ” ucapnya via telepon whatsApp.

Syarifuddin lantas menjelaskan, Bendungan Kalamisu Kiri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sedang Bendungan Kalamisu Kanan memang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sinjai.

“Kalau buat perbaikannya tidak boleh dipermanenkan dan hanya bisa menggunakan bronjong, sebab Bendungan Kalamisu Kiri dibawahnya mengairi 2. 000 hektar, sehingga hanya pengarahan air yang bisa dikerjakan, ” terangnya.