January 19, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Beserta Penjelasan KPU Manggarai Terkait Penghalang Logistik Pilkada Serentak

Beserta Penjelasan KPU Manggarai Terkait Penghalang Logistik Pilkada Serentak
Manggarai, Akuratnews. com - Detik-detik belakang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabupaten Manggarai tahun 2020, masyarakat dihebohkan dengan oleh rekaman video penghadangan logistik Pilkada di wilayah Desa Welu, Kecamatan Cibal, pada hari Selasa 8 Desember 2020, sekitar Pukul 22: 30 WITA.

Manggarai, Akuratnews. com – Detik-detik terakhir pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabupaten Manggarai tahun 2020, masyarakat dihebohkan dengan oleh rekaman video penghalang logistik Pilkada di wilayah Dukuh Welu, Kecamatan Cibal, pada hari Selasa 8 Desember 2020, kira-kira Pukul 22: 30 WITA.

Rekaman gambar amatir berdurasi 3 menit 27 detik tersebut menayangkan sejumlah oknum warga berpapasan dengan petugas pembagian logistik Pilkada. Warga menanyakan jalan pendistribusian logistik yang diduga minus pengawalan ketat aparat kepolisian.

Selain itu, warga selalu menyoalkan mobil Bumdes desa setempat yang dipakai para petugas untuk mendistribusikan logistik Pilkada ke satu diantara titik Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu, Ketua Komisi Penetapan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Thomas Aquino Hartono memastikan proses bagian logistik Pilkada dilaksanakan dengan pengawasan ketat aparat kepolisian. Ketua KPU menjelaskan bahwa distribusi logistik Pilkada tidak seperti yang narasikan sebab oknum dalam video viral itu.

“Apapun yang ada dalam itu video kita mampu klarifikasi intinya pendropingan logistik dibanding Kabupaten ke Kecamatan itu dikawal oleh kepolisian, dari Kecamatan datang ke Desa juga dikawal sebab kepolisian, begitu juga dari Dukuh ke TPS juga dikawal oleh kepolisian. Narasi dalam video itu tidak seperti yang dipikirkan, ” jelas Thomas Aquino Hartono per WhatsApp, selasa malam.

Thomas menerangkan, “Jumlah TPS pada Kabupaten Manggarai 696 TPS. Gambar itu adalah video pendropingan lantaran Desa ke TPS. Jadi seperti itu penjelasannya, ” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran, Penindakan, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Manggarai Fortunatus Hamsah Manah menegaskan bahwa jalan distribusi Logistik Pilkada dilaksanakan dengan pengkawalan ketat pihak kepolisian, “Sampai di titik TPS, ” tegasnya.

“Yang pasti Pengawas Desa dan Panwascam kawal sendat sampai TPS. Dan logistik telah selamat sampai TPS. Kami pastikan dibawah pengawalan ketat kami. Soal pengawalan pihak kepolisian sebaiknya tanya pak Kapolres, ”

Terkait video yang viral dalam media sosial, Fortunatus Hamsah Ingatan menerangkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan identitas oknum atau lelompok pelaku penghadangan di Desa Welu Kecamatan cabal itu, “Kami belum bisa pastikan identitas kelompok tersebut, ” tegasnya.

Keterangan yang dihimpun, diketahui salah seorang warga pelaku pengadangan Logistik Pilkada di Des Welu Kecamatan Cibal itu atas nama Stanislaus E. Weot. Pria yang berprofesi jadi guru komite salah satu sekolah di Kecamatan Cibal itu merupakan anggota Tim Sukses Paslon Cabup/Cawabup Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut alias paket Hery-Heri alias H2N.

“Kedua, kenapa mobil Bumdes itu menjadi alat untuk kemudian mengangkat logistik tentang pemilu. Tidak ada anggaran kah? Itu pertanyaannya. Harus jelaskan tentang itu, ” membuka Stanislaus.

Stanis pun mengaku tidak menghadang mobil logisitik Pilkada. Ia mengaku hanya buat memastikan proses distribusi logistik mampu sampai di tempat tujuan. Dalam rekaman video itu, Stanis mengutarakan akan bertanggungjawab atas kelakuanya tersebut.

“Saya yang bertanggungjawab tentang ini barang, yang lain tidak usah bicara! Supaya tidak salah keluar informasinya. Tidak ada penghadangan. Saya tegaskan, tidak ada. Jangan sampai salah lagi, ” tegasnya.

Dikutip sejak media Tajukflores. com, Selasa 8 Desember 2020, Kapolsek Cibal, Ipda Heribertus Edot membenarkan adanya peristiwa penghadangan logistik Pilkada.

“Jadi kita sudah ke letak dengan Pak Camat. Memang tersedia terjadi hal semacam itu, ” sekapur Ipda Heribertus.

Ipda Heribertus menjelaskan bahwa peritiwa itu terjadi kerena kesalahpahaman. Kapolsek Cibal itu menepis tudingan oknum Tim Sukses Paslon Cabup/Cawabup Stanislaus E. Weot yang menyatakan bahwa bagian logistik Pilkada tanpa pengawalan pihak Kepolisian.

“Tapi faktual petugas itu ada, hanya jadi karena tidak tahu jalan, duga ketinggalan sedikit di belakang. & waktu saya ke TKP dengan Pak Camat dan Panwas juga, saya ketemukan saya punya bagian (dengan warga penghadang), ” nyata Ipda Heribertus.

Peristiwa di TKP saat itu berlangsung kondusif pihak kepolisian Polsek Cibal memberi pemahaman kepada warga, sehingga proses distribusi logistik akhirnya dilanjutkan dengan pengawalan kepolisian.

“Begitu sampai di lokasi, aku bilang, ini hajatan nasional, tidak ada penghadangan, tolong dikasih ustaz. Dan anggota Polres langsung kawal, ” kata Ipda Heribertus.

Ipda Heribertus juga menyungguhkan jika logistik yang diangkut mobil milik Bumdes Welu dalam kondisi baik, “Saya dengan Pak camat sudah periksa itu tadi, pas sekali tidak ada (kerusakan), ” katanya.