July 29, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Amanah Perisai Nusantara Ingatkan Jokowi Jelas Soal Korupsi Bawahannya

Amanah Perisai Nusantara Ingatkan Jokowi Jelas Soal Korupsi Bawahannya
AKURATNEWS - Sejumlah kasus korupsi yang melibatkan ring satu kekuasaan. Had yang terakhir Menteri Sosial dengan terjerat kasus Korupsi Bansos COVID-19 membuat desakan perombakan kabinet balik menguat.

AKURATNEWS – Sejumlah kasus korupsi yang melibatkan ring satu kekuasaan. Hingga yang belakang Menteri Sosial yang terjerat kejadian Korupsi Bansos COVID-19 membuat imbas perombakan kabinet kembali menguat.

Amanah Perisai Nusantara mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buat mengambil langkah-langkah strategis dan taktis serta ketegasan dalam menangani peristiwa korupsi yang dilakukan para pembantunya.

Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara Ahmad Ahyar mengutarakan, popularitas Kabinet Indonesia Maju di periode kedua Presiden Joko Widodo telah rusak setelah ditangkapnya kadet PDI Perjuangan tersebut.

“Masyarakat acapkali menyaksikan visi urusan Presiden terkadang tidak diimplementasikan secara maksimal oleh para pembantunya, pertama para menteri yang minim “sense of social and politics”-nya” ujar Ahyar, Minggu 6 Desember 2020.

“Kami juga menodong agar Presiden Jokowi untuk cepat melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju” katanya.

Ahyar memperhitungkan tidak ada alasan lagi bagi Jokowi untuk tidak melakukan penataan didalam kabinetnya. Menurutnya pemerintahan Jokowi di tahun pertama pada periode kedua ini dinilai sangat membatalkan dibandingkan periode sebelumnya.

“Menteri-menteri ini hanya memberikan pikulan, untuk apa juga dipertahankan? ” tegasnya.

Terakhir secara kasus yang menjerat menteri sosial Juliari Batubara, ini merupakan salah satu contoh dari sekian menteri yang merusak citra baik Jokowi pada mata rakyat.

“Kasus tertangkapnya menteri sosial juga dapat simpulkan bahwa Presiden tidak didengar oleh pembantunya sendiri, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan menghormati proses asas yang tengah berjalan di KPK terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka. Situasi tersebut disampaikannya di Istana Kepresidenan Bogor, 6 Desember 2020.

“Kita hormati proses asas yang tengah berjalan di KPK dan perlu juga saya sampaikan bahwa saya sudah ingatkan semenjak awal kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju: Jangan korupsi! ” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa pejabat negara seharusnya menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi cantik untuk APBN maupun APBD daerah, kabupaten, dan kota.

“Itu uang rakyat, apalagi ini terkait dengan bansos, bantuan sosial dalam rangka penanganan covid dan pemulihan ekonomi nasional. Bansos tersebut sangat dibutuhkan untuk rakyat, ” tegas Presiden.

Kepala juga menegaskan tidak akan menangani yang terlibat korupsi dan pemerintah akan terus konsisten mendukung cara pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Saya tidak akan menangani yang terlibat korupsi dan kita semuanya percaya KPK bekerja secara transparan, secara terbuka, bekerja secara baik, profesional, ” ucap Kepala.

Terkait dengan pemangku Menteri Sosial, Presiden Jokowi melahirkan dirinya akan menunjuk Menteri Pemimpin Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk melaksanakan tugas Menteri Sosial.