April 18, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Disandingkan Dengan Video Vulgar, Krisna Mukti Lapor Polisi

Disandingkan Dengan Video Vulgar, Krisna Mukti Lapor Polisi
Jakarta, Akuratnews. com - Selebritis yang juga mantan anggota DPR, Krisna Mukti mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (4/12). Kedatangan Krisna ini melaporkan sebuah akun Twitter yang diduga mengunggah video rendah yang menyeret dirinya.

Jakarta, Akuratnews. com – Selebritis yang juga mantan bagian DPR, Krisna Mukti mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (4/12). Kehadiran Krisna ini melaporkan sebuah akun Twitter yang diduga mengunggah gambar vulgar yang menyeret dirinya.

Hal ini awalnya berlaku karena Krisna Mukti mengaku cetakan teleponnya dibajak seseorang, beberapa bulan lalu. Selama seminggu, nomornya itu dibajak dan baru bisa balik normal setelah ia melapor ke operator seluler.

Dan pada 1 Desember lalu, Krisna diberitahu temannya soal munculnya video vulgar yang disandingkan dengan videonya di sebuah akun Twitter.

Di video itu, ada sebuah videonya bertelanjang dada & hanya memakai celana pendek dengan dduganya diambil dari galeri ponselnya. Video itu dilanjutkan dengan sebuah video tanpa memperlihatkan muka yang menampilkan seorang pria tanpa baju.

“Ada temen ngasih tau, udah liat belum tersedia video bugil kamu di Twitter, ” ujar Krisna usai petunjuk di Polda Metro Jaya berhubungan pengacaranya, Didit Widjajanto.

Karena tak punya akun Twitter, Krisna baru melihat video tersebut setelah dikirimi temannya. Ia membenarkan jika video telanjang dadanya merupakan video dirinya, tapi kalau video selanjutnya yang vulgar tanpa paras bukan dirinya.

“Direkayasa seolah-olah itu adalah saya pada keadaan vulgar. Karena itu disambungkan sama video sebelumnya ya seolah-olah itu menggambarkan saya, ” tuturnya.

Krisna pun melaporkan akun @pakhartono7 yang menyebarkan gambar tersebut.

“Saya berinisiatif aja biar nggak berlarut-larut gitu sebelum ramai, ” ujar Krisna.

Laporan Krisna dengan nomor LP/7223/XII/YAN. 2. 5/2020 SPKT PMJ ini melaporkan akun @pakhartono7 atas dugaan pencemaran nama elok melalui media elektronik dan atau mengakses data elektronik orang lain tanpa izin.