January 19, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani
Tangerang, Akuratnews. com kepala Terjadinya kerumunan jamaah pada Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-62 di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok. Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (9/11/) berserakan sempat menjadi viral dan pertanyaan banyak pihak mengingat masih di masa pandemi Covid-19.

Tangerang, Akuratnews. com – Terjadinya kerumunan jamaah haji pada Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-62 di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok. Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (9/11/) lalu sempat menjadi viral dan pertanyaan banyak pihak mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dirinya bersama-sama unsur TNI dan Polru faktual telah berupaya dan berusaha untuk mengurangi adanya kerumunan maupun susunan masa yang akan menghadiri rencana haul di Cilongok.

“Sejak awal Pemerintah Kabupaten Tangerang  (Pemkab) telah mengundang pihak panitia acara haul tersebut dan langsung berkoordinasi dan berkomunikasi terkait dasar penyelenggaraan haul agar tidak mengundang unsur dari luar, hanya dunia santri dan keluarga serta seruan VVIP saja, ” ujar Zaki dalam keterangannya bersama pimpinan FORKOPIMDA di Tangerang, Senin (30/11).

“Acara haul diadakan dasar rutin setiap tahun, dan aku memang selalu diundang, tapi tahun ini tentu ada ketentuan karena tengah masa pandemi Covid-19. Di dalam tanggal 17 November 2020, saya dapat undangan haul, ” lanjut Zaki

Mendapati undangan tersebut, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap panitia dengan agenda menjelaskan kedudukan penyebaran Covid-19 secara terkini pada Kabupaten Tangerang.

“Kita panggil dan jelaskan kalau era ini wilayah Kabupaten Tangerang sedang didalam zona oranye Covid-19. Semrawut, kita minta ditunda. Disana, tahu terjadi argumentasi hingga muncul perut opsi, ditunda acaranya atau dibatasi, ” tuturnya.

Kemudian, dilakukan rapat awal itu dilanjutkan pertemuan antara pihak Pemerintah Kawasan Kabupaten Tangerang dan Polres Kota Tangerang ke Pemerintah Provinsi & Polda Banten.

Pada Tanggal 18 November 2020, tim Satgas menemui Gubernur Banten bersama dengan Kapolda Banten di vila dinas Gubernur Banten, disana awak Satgas sampaikan dua opsi itu.

Selanjutnya pada agenda 19 November 2020, tim Satgas kembali menggelar rapat yang selalu dihadiri pihak panitia, disana kita sampaikam dua opsi, dan mereka memilih yang dibatasi dengan kata sepakat 1. 500 jamaah.

Dari sana, pihaknya membuat rancangan, dengan pembatasan kapasitas khusus santri dan orang tua, hingga imbauan kepada jamaah lainnya untuk tidak hadir di acara tersebut dan diminta menyaksikannya melalui media sosial.

Lalu, polisi selalu menggelar penyekatan di 12 titik dimana hal itu ditujukan buat menghalau massa yang memaksa sedia. Namun nyatanya, hal-hal itu tidak bisa membendung masuk jamaah ke lokasi.

“Kita telah melakukan upaya-upaya, dan nyatanya tak dapat membendung hal tersebut, sebab masyarakat yang datang tidak cuma menggunakan kendaraan, tapi juga berlaku kaki, ” tukasnya.

Zaki melanjutkan, jauh-jauh hari Satuan tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 beserta unsur TNI, Polri dan lainnya sudah mengimbau jamaah untuk tidak datang langsung. Pokok, kegiatan itu juga dapat disaksikan atau diikuti melalui media baik dan stasiun televisi Banten TV serta live streaming YouTube.

Namun demikian, tingginya menimbulkan masyarakat, membuat kegiatan tetap didatangi. Meski begitu, Satgas Penanggulangan Covid-19 tetap berusaha memonitor kegiatan supaya protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap berjalan.

“Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang bersama Kapolda, Wakapolda, Kapolres dan Dandim beberapa kala membubarkan atau menegur jemaah yang berkerumun. Kami imbau mereka untuk jaga jarak, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Ade Ary Syam Indradi menambahkan, sebagai anggota Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang senantiasa berkomunikasi tetap satu sama lain dan pada lapangan kita juga bersama-sama untuk melakukan semua tahapan-tahapan edukasi kemudian kita juga hadir di lapangan.

“Kami telah melayani upaya sebelum Hari H, maka proses-proses paksa yaitu pembubaran kemarin hingga melakukan penyekatan diberbagai macam penjuru untuk mengurangi masa dengan datang, ” tandasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian akan memanggil banyak orang untuk dimintai keterangan terpaut adanya acara Haul yang dijalankan di Cilongok ini.