April 19, 2021

Orkutluv Update

Blog News

Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Segera

Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Segera
Tebing Tinggi, Akuratnews. com – Banjir melanda sebagian gembung wilayah Kota Tebing Tinggi semenjak Jumat (27/11/20). Namun, hingga Sabtu volume air semakin tinggi dan merendam beberapa daerah di Kota Tebing Tinggi. Gubernur Sumatera Melahirkan (Sumut) Edy Rahmayadi langsung turun ke lapangan meninjau banjir Kota Tebing Tinggi, Sabtu (28/11/20).

Tebing Tinggi, Akuratnews. com – Banjir melanda sebagian besar wilayah Praja Tebing Tinggi sejak Jumat (27/11/20). Namun, hingga Sabtu volume air semakin tinggi dan merendam kurang daerah di Kota Tebing Tinggi. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi langsung turun ke lapangan meninjau banjir Kota Tebing Agung, Sabtu (28/11/20).

Banjir kali ini disebabkan karena meluapnya Sungai Padang yang membelah Praja Tebing Tinggi. Berdasarkan data Institusi Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Tebing Tinggi ada 5 kecamatan yang terdampak cukup parah pada banjir saat ini, yaitu Kecamatan Rambutan, Bajenis, Padang Hulu, Tebing Tinggi Praja, dan Padang Hilir. Dari lima kecamatan tersebut yang terdampak banjir berdasarkan data BPBD  Tebing Agung per tanggal 28 November sebesar 25. 297 jiwa.

Melihat banyaknya korban banjir, Edy Rahmayadi ingin penanganan dilakukan dengan cepat terutama masalah logistik, khususnya makanan dan obat-obatan. Setelah tersebut akan membantu masalah penyelesaian banjir Tebing Tinggi.

“Kita akan segera memberikan bantuan karena ini rakyat saya. Dalam periode singkat harus ada posko untuk menyalurkan logistik kepada masyarakat, sebab saat ini masyarakat sulit beraktivitas. Perut ini dulu untuk rakyat, yang kedua obat-obatan karena masa banjir rawan penyebaran penyakit serta yang ketiga kita perlu membagikan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi Covid-19, ” ujarnya.

Bersama dengan Walikota Tebing Agung Umar Zunaidi Hasibuan, dan Kapolres Tebing Tinggi AKBP James P Hutagaol, Edy Rahmayadi meninjau kira-kira lokasi banjir. Salah satu kelurahan di Kecamatan Rambutan yang paling parah terendam banjir adalah Kelurahan Marulak. Tanggul Sungai Padang di kelurahan ini mengalami kerusakan yang mengakibatkan volume air pada medan ini mencapai kurang lebih satu, 5 meter.

“Setelah kami tinjau tanggulnya tadi tersedia yang rusak, kurang lebih 50 meter. Itu yang menyebabkan di wilayah ini volume air cukup luhur, merendam beberapa rumah di sini. Setelah ini surut kita bakal perbaiki dan mengevaluasi bersama BWS dan Pemko Tebing Tinggi buat normalisasi, karena tampaknya kedalam sungai sudah berkurang, ” tambah Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi berpesan kepada masyarakat untuk waspada karena curah hujan di Sumut saat ini cukup tinggi. Masyarakat diminta mengikuti anjuran pemerintah, supaya banjir kali ini lebih segera surut sehingga penanganan untuk Kali Padang bisa cepat dilakukan.

“Waspadai alam. Satu bulan yang lalu saya sudah sampaikan kondisi alam kita saat itu kurang bersahabat. Tetapi kalau kita taati instruksi dari walikota dan Kapolres/TNI pasti aman, ” tambah Edy Rahmayadi.

Era ini telah didirikan 56 posko banjir yang tersebar di Kota Tebing Tinggi, namun Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan merasakan jumlah posko masih harus ditambah. Selain itu, Umar juga meminta mendapat tambahan perahu karet untuk mempercepat evakuasi masyarakat dan pula penyaluran logistik.

“Sekarang ada 56 posko, sekarang kita masih meminta bantuan untuk tenda-tenda pleton untuk mendirikan posko. Sekoci kita yang kecil juga tak banyak. Kita minta bantu kepada pak Gubernur untuk mengevakuasi klub dan menyalurkan logistik, ” sekapur Umar.

Sampai zaman ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, karena sebelum banjir Pemko Tebing Tinggi telah memperhitungkan bencana alam ini. Walikota pula mengatakan sudah meminta masyarakat biar menjauhi daerah sekitaran sungai sehingga korban jiwa bisa dihindari.

“Kita sudah mengimbau kepada masyarakat agar tidak berdiam pada pinggiran sungai karena banjir telah kita prediksi sejak jam delapan malam dan dini hari airnya naik. Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa, ” mengakhiri Umar.

Berdasarkan keterangan salah satu warga Kelurahan Marulak, Nelli, hari Jumat air telah menggenangi rumah-rumah penduduk, namun pada saat itu air masih kira-kira 50 cm. Dini hari setelah hujan yang cukup panjang volume air meningkat hingga dada orang dewasa. Dia juga berharap supaya bantuan cepat disalurkan dan lebih merata.

“Jumat itu sudah banjir, tapi masih sebetis aja. Sekitar jam 12 (dini hari) airnya makin tinggi rumah kami pun hampir tenggelam, maka kami langsung mengungsi padahal awak di sini belum pernah kebanjiran. Kami harap bantuan cepat disalurkan terutama makanan dan lebih menjalar karena banyak yang kena ini, ” kata Nelli