December 3, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Diberitakan Bakar Lahan untuk Perluasan Sawit, Ini Klarifikasi Korindo Grup

Diberitakan Bakar Lahan untuk Perluasan Sawit, Ini Klarifikasi Korindo Grup
Jakarta, Akuratnews. com - Perusahaan Korindo Grup baru-baru ini diberitakan oleh lengah satu media online di Nusantara sebagai perusahaan asing yang berniat membakar lahan untuk perluasan tanah sawit.

Jakarta, Akuratnews. com   – Perusahaan Korindo Agregasi baru-baru ini diberitakan oleh lupa satu media online di Indonesia sebagai perusahaan asing yang berniat membakar lahan untuk perluasan tanah sawit.

Berita dengan judul lengkap, “ Papua: Investigasi ungkap kongsi Korsel ‘sengaja’ membakar lahan buat perluasan lahan sawit ” yang dipublikasikan pada tanggal 12 November 2020, menurut pihak Korindo Grup, berita tersebut sebagai bentuk tuduhan yang serius.

Karena itu perlu kiranya Korindo Grup meluruskan informasi yang memang, terkait pemberitaan  media online  dengan tidak mengacu pada cover both tersebut.

“Kami menentang hal ini merupakan tuduhan dengan serius sehingga kami perlu manyampaikan tanggapan. Perlu ditegaskan bahwasanya dalam tahun 2015, perusahaan telah melaksanakan pembayaran pelepasan hak atas negeri ulayat kepada 10 marga seluas 16. 000 hektar yang berharta di areal PT Tunas Sawa Erma Blok E sesuai secara perjanjian dan jumlah yang sudah disepakati bersama, termasuk dengan Petrus Kinggo yang menjadi narasumber di pemberitaan tersebut. ” Jelas tanda resmi yang dikeluarkan Korindo Grup, Jumat (13/11).

Sedang menurut rilis Korindo Grup, meskipun Petrus Kinggo dan semua jalan lainnya telah menerima pembayaran bangun pelepasan lahan, namun pada faktanya hingga saat ini perusahaan belum pernah melakukan pembukaan lahan di seluruh areal tersebut.

“Sehingga dapat dipastikan bahwa tidak ada hak atas tanah klub yang dilanggar oleh perusahaan. (Peta terlampir). ” Tandas Korindo Perkumpulan.

Informasi yang diragukan lainnya berasal dari Elisabeth Ndiwaen yang bukan merupakan perwakilan suku yang berada di PT. Dongin Prabhawa karena yang bersangkutan hadir dan dibesarkan di Kota Merauke yang jaraknya sangat jauh kira-kira 400 km (jalan darat serta sungai) dari lokasi perkebunan.

“Merespon aspirasi masyarakat pada areal operational PT. Dongin Prabhawa yang menginginkan adanya perubahan, pendirian, dan kesejahteraan hidup, maka sejak awal perusahaan dan masyarakat bersama-sama terus menjalin komunikasi yang molek dan membuat kesepakatan, seperti suara pembayaran hak ulayat kepada 8 marga di tahun 2011, dilanjutkan dengan kesepakatan program pembinaan klub, serta dicapainya kesepakatan pembayaran pemberian pengembangan kampung sebesar Rp 30 miliar pada tahun 2012. Mematok saat ini perusahaan terus merealisasikan kesepakatan-kesepakatan tersebut. ” Lanjut Korindo Grup.

Namun jadi bentuk komitmen terhadap transparansi, Korindo Grup akan melakukan investigasi terhadap kedua isu di atas dengan mendalam dan melibatkan para pihak terkait.

“Proses penyelidikan ini dimasukkan kedalam Sistem Penanganan Keluhan (Grievance System) Korindo. ”

Sementara itu terkait dengan adanya tuduhan pembakaran alas dalam periode tahun 2011-2016, Korindo Grup menandaskan bahwa pihaknya menetapkan menjelaskan kembali pernyataan The Forest Stewardship Council (FSC) pada Agustus 2019 lalu yang menyatakan kalau pihak FSC telah melakukan penyelidikan di lapangan pada Desember 2017.

“Hasil kesimpulan penyelidikan tersebut menyatakan tuduhan bahwa Korindo dengan sengaja dan ilegal mengompori areal perkebunan adalah tidak benar. Temuan FSC tersebut memperkuat buatan investigasi yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke dengan Nomor Surat 522. 2/0983 tertanggal 24 Agustus 2016 yang menyatakan bahwa awal lahan dilakukan secara mekanis & tanpa bakar. Selain kedua buatan investigasi tersebut, terdapat juga surat dari Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK RI Nomor S. 43/PHLHK/PPH/GKM. 2/2/2017 tanggal 17 Februari 2017 yang menyatakan bahwa anak perusahaan Korindo Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tak melakukan illegal deforestation dan sudah memperoleh izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri LHK. ” Sendat Korindo Grup.

“Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa isu yang tercantum dalam berita terkait, tidak benar adanya. Korindo Group selalu mengutamakan transparansi, kebijakan dengan mendukung masyarakat, dan selalu setia akan hukum yang berlaku pada Republik Indonesia. ”

Untuk diketahui, Korindo Group merupakan perusahaan yang telah berdiri pada Indonesia sejak tahun 1969 serta konsisten berkontribusi dalam membantu perkembangan dan kemajuan rakyat Indonesia, khususnya di daerah Papua.

Hal ini terwujud nyata dalam beragam aksi, kegiatan, serta fasilitas yang telah perusahaan berikan buat mempermudah kehidupan masyarakat pedalaman. Terekam hingga saat ini, Korindo Group telah mendedikasikan sebanyak $14, 000, 000 (periode tahun 2014—2019) menetapkan kontribusi sosial dalam segala bagian di Papua.

Dari sisi pendidikan, Korindo Group sudah menjalankan beragam program beasiswa sebesar 431 anak pemilik hak ulayat, membantu pembangunan 42 unit madrasah, bantuan honor untuk 170 instruktur, serta bantuan 14 unit bus sekolah dan asrama bagi para siswa pedalaman.

Kongsi juga berkontribusi di bidang infrastruktur, dengan cara membangun dan merawat jalan dan jembatan (akses publik) sepanjang 500 km, membangun 18 rumah ibadah, menyediakan 10 pasar tradisional, memberikan akses air bersih bagi masyarakat, bahkan memberikan kanal listrik sebesar 8 MW dengan gratis untuk warga yang berada di sekitar areal perusahaan.

Dari segi kesehatan, semenjak menyebarnya wabah Covid-19 di Indonesia, Korindo Group telah mendonasikan 120, 000 masker medis dan multivitamin, 3. 500 set baju hazmat, ratusan boks bantuan sembako, apalagi kompor untuk memasak.

Tak hanya itu, Korindo Group telah membangun sebanyak 7 klinik dan 1 rumah sakit dalam Papua dengan rata-rata jumlah anak obat yang telah diobati secara percuma sebanyak 9. 000 orang bola lampu bulan.

Klinik Asiki milik Korindo Group bahkan jadi dinobatkan oleh BPJS Kesehatan sebagai Klinik Terbaik Tingkat Provinsi Papua pada tahun 2017. Klinik tersebut bahkan mendapat pujian melalui penanganan sigap dan fasilitasnya yang sebanding dengan klinik di kota tumbuh. Predikat ini disandang Klinik Asiki selama dua tahun berturut-turut.

Terlebih lagi pada tarikh 2018 lalu, Korindo Group meniti PT Tunas Sawa Erma (TSE) menerima penghargaan dari Padmamitra Award 2018 untuk kategori Penanganan Keterpencilan.

Padmamitra Award ini merupakan penghargaan tertinggi yang dikasih oleh negara kepada dunia daya atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat. Penilaian pada performa penerima penghargaan dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial Indonesia bersama-sama dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial. ***