December 3, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Berlaku Air di Kubangan, 3 Bujang Tewas Tenggelam

Berlaku Air di Kubangan, 3 Bujang Tewas Tenggelam
Ponorogo, Akuratnews. com - Lengah dari pengawasan orang tua, terlebih di musim hujan, tiga bocah warga Ponorogo, Jawa Timur, yang rata leler sekolah dasar, Minggu siang (1/ 11), ditemukan warga tewas di dalam satu kubangan di tegalan. Sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa pada dasar kubangan, ketiga korban sempat pamit masing orang tuanya buat mencari burung…

Ponorogo, Akuratnews. com kacau Lengah dari pengawasan orang sampai umur, terlebih di musim hujan, 3 bocah warga Ponorogo, Jawa Timur, yang rata usia sekolah pokok, Minggu siang (1/ 11), ditemukan warga tewas dalam satu kubangan di tegalan. Sebelum akhirnya terlihat tak bernyawa di dasar kubangan, ketiga korban sempat pamit masing orang tuanya untuk mencari rumor di tegalan.

Para korban yang duduk di bangku kelas 2 serta 3 sekolah dasar serta letak sekampung di Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, itu masing bernama Dian, 8 tahun, Robi, 8 tarikh dan Eza, 9 tahun.

Jasad ketiga korban dievakuasi warga masyarakat setempat, bersama aparat BPBD dan aparat kepolisian, dari dasar kedung (istilah setempat, red) berkedalam lebih satu meter dengan langsung mendapat police line tersebut.

Orang tua para korban sempat mencari keberadaan bujang anaknya, lantaran sampai siang para korban tak kunjung pulang. Orang tua para korban mengaku sempat galau, mengkhawatirkan keselamatan mereka.

Sumber di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum celaka ketiga korban mengundang serta seorang teman sebayanya lagi yang belum diketahui identitasnya, meluluskan berburu burung di areal tegalan. Malangnya, seekor pun burung tak didapat justru pemburunya yang hancur.

Mengetahui ketiga temannya tenggelam, kawan korban yang terlepas berlari menuju kampung sambil berteriak minta tolong. Gopoh gapah jodoh korban yang kebingungan mencari sambung tangan itu, ditanggapi Sarmianto, warga setempat yang kebetulan melintas.

“Saya melihat ada anak teriak minta tolong. Saya langsung ke lokasi dan curiga mereka dasar tenggelam. Saya langsung melapor kepada aparat desa, ” ujar Sarmianto. Ditambahkannya, menurut pengakuan teman korban yang selamat, para korban makbul di kedung namun tidak cepat muncul kembali.

Buatan pemeriksaan yang dilakukan tim medis Puskesmas setempat, disaksikan aparat Polsek Sambit dan Koramil terkait, tak ditemukan adanya unsur mencurigakan berasaskan kematian para korban. Para petugas ini menyimpulkan tewasnya para korban murni akibat tenggelam di kedung.

Akhirnya jasad para korban langsung dibawa ke rumah duka masing, untuk segera dimakamkan.