December 3, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Pemrakarsa Mahasiswa adalah Mitra Penegak Norma dalam Menebar Kedamaian

Pemrakarsa Mahasiswa adalah Mitra Penegak Norma dalam Menebar Kedamaian
NTB, Akuratnews. com - Kapolda NTB Irjen (Pol) Mohammad Iqbal menegaskan seluruh aktivis mahasiswa pada hakekatnya adalah mitra bagi abdi penegak hukum, sehingga tidak perlu berhadap-hadapan apalagi dalam suasana lengkap kekerasan.

NTB, Akuratnews. com – Kapolda NTB Irjen (Pol) Mohammad Iqbal menegaskan seluruh tokoh mahasiswa pada hakekatnya adalah pacar bagi aparat penegak hukum, sehingga tidak perlu berhadap-hadapan apalagi dalam suasana penuh kekerasan.

Hal itu dinyatakan dalam acara pelatihan Moslem Influencer Academy (MIA) yang diselenggarakan Pengurus Daerah KAMMI Kota Mataram pada Aula Gubernur Nusa Tengara Barat (NTB).

“Aktivis mahasiswa, terutama dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) merupakan pacar Polda dan aparat penegak patokan pada umumnya dalam menebarkan pesan-pesan kebaikan dan kedamaian, ” ujar Irjen Iqbal yang baru kurang bulan bertugas di NTB. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Divisi Humas di Mabes Polri sehingga telah terbiasa berinteraksi dengan para wartawan dan aktivis mahasiswa yang kerap berdemonstrasi.

Dalam paparannya, Kapolda NTB mengungkapkan sekitar 81 juta penduduk Indonesia tergolong tingkatan millennial (lahir tahun 1977 berantakan 1995), itu berarti 32 obat jerih dari total populasi Indonesia. Mereka bercirikan: percaya diri tinggi, mengarah kesuksesan, toleran, kompetitif dan mendambakan mencari perhatian. Sementara itu, taat APJII (2017) ada sekitar 143 juta pengguna internet di Nusantara, itu sama dengan 76, 47 persen dari total pemilih (DPT) dalam pemilu 2019.

“Persoalannya, mampukah kaum muda millennial menjadi agent of change pada Indonesia? Siapkah Anda membangun dan mewariskan nilai-nilai perjuangan bangsa? ” seru Kapolda. Para mahasiswa membuktikan siap secara serempak. Acara pelatihan diikuti 75 peserta secara social distancing dari kampus perguruan luhur negeri dan swasta di Mataram, serta perwakilan cabang dan komisariat KAMMI di NTB. Peserta lain dapat mengikuti acara secara daring.

Ketua PD Kammi Kota Mataram, Arif Rahman & Ketua PW KAMMI Provinsi NTB, Deki Setiawan memberi sambutan. Bahan pelatihan untuk merespon kegelisahan famili muda atas kondisi kebangsaan & kedaerahan yang semakin tidak tentu. “Mudahan-mudahan dengan lahirnya anak-anak muda intelektual dan terampil dalam tata media sosial akan mampu memberikan pesan kebangsaan dan vibrasi pasti kepada dunia bahwa Indonesia tidak bendera lusuh tanpa nama serta Provinsi NTB itu indah, tenang dan damai sehingga seluruh dunia tertarik mengunjungi NTB, ” ungkap Arif yang tercatat sebagai mahasiswa UIN Mataram. Provinsi NTB baru saja pulih dari bencana gempa (2018) dan kini menghadapi pandemi Covis-19 yang memukul ekonomi anak buah dan sektor pariwisata.
.
Panitia mendatangkan narasumber yang berpengalaman, antara lain: Sapto Waluyo (mantan redaktur Majalah Gatra dan pembuat Center for Indonesian Reform), Muhammad Suparto (CEO Al-Hikmah TV), Encep Saefuddin (redaktur harian Investor Daily) dan akademisi/praktisi media di NTB. Materi yang dibahas dan dilatihkan juga beragam, mulai dari Tadbir Isu dan Propaganda, Public Relation dan Institutional Branding, Fotografi & Videografi, serta Public Speaking serta Teknik Lobi/Negosiasi. Peserta tidak cuma diskusi teori, tapi juga mengabulkan workshop dan presentasi hasil susunan mereka.

Peserta benar antusias. Mereka tidak hanya bertanya tentang seluk-beluk media massa & penggalangan opini, melainkan juga mempraktekkan teknik pembuatan meme, twitbon serta klip video. “Dalam ilmu koneksi dikenal pemuka opini (opinion leader), sekarang ada influencer (pemengaruh) serta buzzer (pendengung). Para aktivis harus menjadi pemuka opini dan influencer kebaikan, bukan buzzer yang memprovokasi provokasi dan menebar permusuhan, ” jelas Sapto Waluyo. Selain ulung di media nasional, Sapto selalu menjadi inisiator gerakan antikorupsi pada kalangan mahasiswa dan melakukan monitoring media sosial.