December 3, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Alasan Bos PT Arkan Ditetapkan Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung

Alasan Bos PT Arkan Ditetapkan Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung
Jakarta, Akuratnews. com – Polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka atas kebakaran hebat yang melanda Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) 22 Agustus 2020 lalu. Total ada delapan karakter ditetapkan sebagai tersangka, lima di antaranya T, H, S, K, serta IS adalah tukang bangunan dengan bekerja di lantai 6 dianggap lalai karena merokok sambil bekerja.

Jakarta, Akuratnews. com – Polisi telah menetapkan sebesar tersangka atas kebakaran hebat yang melanda Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) 22 Agustus 2020 lalu.

Total ada delapan orang ditetapkan sebagai tersangka, lima di antaranya T, H, S, K, & IS adalah tukang bangunan yang bekerja di lantai 6 dianggap lalai karena merokok sambil bekerja.

“Ada 5 pakar di lantai 6. Selain beroperasi, mereka juga melakukan kegiatan yang tak boleh dilakukan. Mereka merokok di tempat bekerja, ” cakap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo, Jumat, 23 Oktober 2020.

Dari hasil tersebut, tim penyidik Bareskrim Polri menyimpulkan penyebab kebakaran hebat gedung Kejagung ialah api dari puntung rokok, namun di lokasi terdapat banyak bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tiner dan lem aibon.

Selaim lima orang tukang gedung yang ditetapkan tersangka, ada teristimewa inisial R bos PT Arkan APM, perusahaan penyedia bahan penyuci untuk Kejagung, seorang mandor berinisial UAN, dan terakhir, seorang Penguasa Pembuat Komitmen Kejaksaan Agung berinisial NH.

Untuk R bos PT Arkan APM ditetapkan sebagai tersangka lantaran bahan pembersih yang dipasok ke Kejagung tersebut tidak memiliki izin edar & mengandung bahan-bahan mudah terbakar. Kejadian itulah yang membuat api secara cepat menjalar ke seluruh gedung.

Direktur Tindak Kejahatan Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan bahwa penyuci lantai yang dipakai oleh cleaning service atau petugas kebersihan pada Kejagung mengandung bahan-bahan yang mudah-mudahan terbakar.

“Api kemudian menjalar ke seluruh gedung. Dibanding hasil pemeriksan, cleaning service memakai alat pembersih yang tidak sesuai standar, ” ujarnya.

Polisi menduga, alat pembersih lantai bermerek top cleaner yang tak memiliki izin edar itu mempercepat atau akseleran terjadinya penjalaran sinar di Gedung Utama Kejagung.

“Di mana ada minyak yang biasa digunakan cleaning service setiap gedung dan lantai buat melakukan pembersihaan di setiap gedung dan lantai, setelah puslabfor melayani pengecekan adanya fraksi solar dan tiner setiap lantai, ” ucap Sambo.