December 3, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Perkara Video Perwira Polisi Dipukuli, IPW Menilai Polda Jambi Harus Klarifikasi

Perkara Video Perwira Polisi Dipukuli, IPW Menilai Polda Jambi Harus Klarifikasi
Jakarta, Akuratnews. com - Polda Jambi harus menjelaskan secara transparan kejadian video viral di mana seorang perwira polisi sedang dipukuli sejumlah polisi Anti huru hara di aksi demo mahasiswa menolak UNDANG-UNDANG Ciptaker, demikian disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane, dalam siaran persnya dengan diterima redaksi akuratnews. com.

Jakarta, Akuratnews. com – Polda Jambi harus menjelaskan secara transparan peristiwa video viral di mana seorang perwira polisi sedang dipukuli sejumlah polisi Anti huru hara di aksi demo mahasiswa menolak UNDANG-UNDANG Ciptaker, demikian disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane, dalam siaran persnya dengan diterima redaksi akuratnews. com.

Ketua Presidium Ind Police Watch
Ind Police Watch (IPW) menilai, Polri perlu mengklarifikasi Peristiwa ini. Sebab bagaimana pun Peristiwa ini sebuah peristiwa dengan sangat memalukan bagi Polda Jambi dan sekaligus menggambarkan betapa buruknya koordinasi Polda Jambi dalam mengikhtiarkan aksi demo mahasiswa menolak UU Ciptaker.

“Akibat buruknya kordinasi ini di lokasi demo yang terjadi justru aksi pokok hantam sesama polisi. Bukan hanya itu publik juga melihat dengan jelas, seorang polisi Anti huru hara jatuh terjengkang setelah ditendang polisi berpakaian preman, ” jelasnya, Rabu (21/10).

Jika dilihat dari kronologinya, perwira petugas itu menyusup ke barisan mahasiswa yang sedang berdemo. Dia mematuhi jaket mahasiswa. Saat terjadi kekacauan sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menangkapnya dan lalu memitingnya mengikuti sebagian memukulinya. Bahkan ada pula sejumlah pasukan anti huru hara ikut memukulinya. Akibatnya polisi dengan menyusup itu babak belur.

“Melihat hal ini teman-teman polisi yang menyusup itu dengan juga adalah polisi berpakaian preman langsung berdatangan untuk menyelamatkan hero yang menyusup tersebut. Akhirnya patokan hantam sesama polisi di sedang aksi demo pun tak terhindarkan. Bagaimana pun peristiwa ini tidak hanya memalukan Polda Jambi akan tetapi juga memalukan institusi kepolisian, ” terangnya.

“Di TKP para demonstran menertawakan peristiwa ini. Begitu juga di medsos banyak yang menertawakan peristiwa ini, ” tambahnya

Dirinya menetapkan, kasus baku hantam antar petugas di tengah aksi demo mahasiswa ini terjadi akibat tidak adanya koordinasi yang baik sesama aparatur kepolisian di lapangan. Selain itu tidak ada petugas yang mempertahankan perwira penyusup, sehingga ketika yang bersangkutan ditangkap polisi yang lain, tidak ada yang menjelaskan kalau aparat tersebut sedang melakukan penyusupan. Akibatnya babak belur dipukuli serta terjadi bakuhantam antar polisi.

“Aksi penyusupan adalah kejadian biasa dalam strategi kepolisian buat melakukan cipta kondisi, terutama di mengatasi aksi demo. Namun bila aksi penyusupan itu tidak terkoordinasi dengan baik, kekonyolan yang memalukan pun akan terjadi. Bukan cuma si penyusup yang babak belur. Tetapi sesama polisi bisa patokan hantam di TKP, seperti di Jambi. Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi polri. Jika tidak, mahasiswa yang demo akan kembali disuguhkan pertunjukkan sesama polisi patokan hantam di lokasi demonstrasi, ” tegasnya.