October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Wow… Tiga Mahasiswa Unpad Gagas Penyalut Jenazah Covid-19 Dari Singkong

Wow… Tiga Mahasiswa Unpad Gagas Penyalut Jenazah Covid-19 Dari Singkong
Bandung, Akuratnews. com - Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menggagas penelitian penerapan plastik ramah lingkungan atau biodegradable dari bahan pati singkong untuk membungkus jenazah pasien Covid-19.

Bandung, Akuratnews. com porakporanda Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menggagas penelitian penerapan plastik ramah lingkungan atau biodegradable dari bahan pati singkong buat membungkus jenazah pasien Covid-19.

Seperti diketahui, proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menuntut membungkus jenazah dengan plastik untuk mencegah tak adanya cairan dengan keluar dari jenazah.

Sayangnya, kata dia, hal itu menjadi persoalan bagi kelestarian dunia. Pembungkusan jenazah menggunakan plastik menjelma masalah mengingat plastik merupakan bagian yang sulit diurai dalam tanah.

Butuh waktu paling cepat 100 tahun agar plastik bisa terurai. Jika kematian Covid-19 terus bertambah, hal ini berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan.

Berdasar tinjauan dari sejumlah literatur dari jurnal penelitian yang telah ada, tiga mahasiswa Unpad yaitu Adira Rahmawaty, Muhammad Ilfadry Rifasta, dan Salsa Sagitasa mencoba meyakinkan jika pati singkong terbukti sebagai bahan plastik yang paling menawan dan mudah terurai.

“Kami melihat, plastik ramah lingkungan yang terbuat dari pati singkong ini lebih cepat terurai sejak plastik biasanya, ” kata Adira seperti dilansir dari unpad. ac. id, Sabtu (17/10).

Meski begitu, Adira mengakui biodegradable berbahan singkong ini masih rentan sobek dan rapuh. Oleh karenanya, pati singkong dicampur dengan sejumlah komposisi kitosan sebagai plasticizer.

“Tim kami memodifikasi beberapa zat tambahan yang ditambahkan ke dalam pembuatan pati singkong tersebut untuk memperkuat dari segi ketahanan pada air dan tidak mudah-mudahan robek, ” ujarnya.

Adira melanjutkan, nantinya plastik berbahan pati singkong akan terurai pada waktu 12 hari untuk patokan satu milimeter.

Bila asumsi penggunaan plastik untuk menyimpan jenazah adalah sebesar dua meter persegi, waktu yang diperlukan buat terurai di tanah hanya enam bulan.

Selanjutnya 1 dua