October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Mulai November

Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Mulai November
Jakarta, Akuratnews. com - Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 mulai November mendatang dengan mendatangkan vaksin daripada Tiongkok. Program vaksinasi Covid-19 dipercepat lantaran makin meningkatnya angka penularan pada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan virus corona baru itu.

Jakarta, Akuratnews. com – Pemerintah menetapkan vaksinasi Covid-19 mulai November kelak dengan mendatangkan vaksin dari Tiongkok.

Program vaksinasi Covid-19 dipercepat lantaran makin meningkatnya nilai penularan pada tenaga medis dengan menjadi garda terdepan dalam melayani virus corona baru itu.

Project Integration Manager R& D PT Bio Farma (Persero) Neni Nurainy mengungkapkan vaksin itu berasal dari tiga perusahaan vaksin Tiongkok yang telah dijajaki sebab Indonesia, yakni Sinovac, Sinopharm, serta CanSino.

Meskipun, ketiganya telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Tiongkok, namun buat masuk ke Indonesia perlu bunga perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Untuk masuk ke Indonesia perlu perizinan dari BPOM, ” terang Neni dalam diskusi virtual Ngopi BUMN, Kamis (15/10).

Sementara, dalam jangka pendek negeri tetap melakukan komitmen pembelian vaksin Covid-19 dari sejumlah negara. Masa ini, terdapat komitmen pembelian vaksin yang telah disepakati RI yakni Sonovac, Sinopharm, dan CanSino.

Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Sinovac akan mengirim satu, 5 juta dosis vaksin dalam pekan pertama November dan satu, 5 juta dosis pada pekan pertama Desember 2020. Kemudian, ditambah 15 juta dosis vaksin di dalam bentuk bulk. Tahun depan, Sinovac menyanggupi pengiriman 125 juta dosis vaksin.

Sedangkan, Sinopharm menyanggupi pengiriman 15 juta ukuran vaksin tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis mulai datang pada November 2020.
Tahun depan, Sinopharm menyanggupi pengiriman 50 juta dosis.

Terakhir, CanSino menyanggupi transmisi 100 ribu dosis vaksin di November 2020, dan sekitar 15 juta-20 juta dosis pada 2021. Sementara itu, AstraZeneca menyanggupi pengiriman sebanyak 100 juta dosis vaksin tahun depan.