October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Raka Kelana: Terpilih, Tugas Utama Kita Melayani MasyarakatÂ

Raka Kelana: Terpilih, Tugas Utama Kita Melayani MasyarakatÂ
Sidoarjo, Akuratnews. com - Besarnya massa yang menolong calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 3, diusung PDI Perjuangan dan PAN, serta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora Indonesia), juga umum pro-perubahan dari berbagai kalangan, H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) kepala Dwi Astutik (Bunda Astutik), dikenal paslonkada 'Sidoarjo Makmur'…

Sidoarjo, Akuratnews. com kepala Besarnya massa yang mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 3, diusung PDI Perjuangan dan PAN, dan didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya & Gelora Indonesia), juga masyarakat pro-perubahan dari berbagai kalangan, H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) – Dwi Astutik (Bunda Astutik), dikenal paslonkada ‘Sidoarjo Makmur’ ini bukan tanpa alasan.

Mereka berargumen, lebih memilih paslonkada ‘Sidoarjo Makmur’ itu, karena figur Mas Kelana dan Bunda Astutik dinilai pasangan paling tepat memimpin Sidoarjo ke depan.

“Yang mengesankan, baik Mas Kelana maupun Emak Astutik saat hadir pada rancangan tatap muka tidak pernah menjatuhkan paslon lain. Justru, keduanya cenderung mendengarkan aspirasi masyarakat, lalu ‘ngasi’ pencerahan yang menyejukkan, ” membuka seorang netizen warga Sidoarjo.

Nah, bagaimana Mas Kelana menanggapi alasan masyarakat Sidoarjo tersebut? Akuratnews. com memaparkannya sekilas di dalam tulisan seri ke-124 ini.

Mas Kelana menuturkan, Sidoarjo merupakan daerah yang berbatasan dengan ibukota Jawa Timur, Surabaya. Tentu, masyarakatnya beragam dan memiliki fikrah yang cerdas.

“Ya, mereka lebih ngerti dan prinsip siapa paslonkada yang layak siap pemimpin di daerahnya? Artinya, itu tidak mudah ‘didikte’ dan tak mau ‘digurui’. Terpenting bagi mereka, ke depan daerahnya berubah siap lebih baik, maju dan mampu, ” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambung Mas Kelana, masa dia atau Bunda Astutik turun ke bawah untuk menemui bangsa berupaya menciptakan komunikasi dua pedoman.

“Ya, menjalin komunikasi dua arah itu komitmen kita mendekati mereka. Soalnya, ketika kita terpilih, tugas utama kita melayani mereka, ” tandasnya. (Bersambung)