October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Setelah Sahkan UU Ciptaker Gedung DPR Tutup Satu Bulan, Ada Barang apa?

Setelah Sahkan UU Ciptaker Gedung DPR Tutup Satu Bulan, Ada Barang apa?
Jakarta, Akuratnews. com - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan Jakarta akan di-lockdown atau ditutup sementara, mulai pekan depan maka 8 November 2020 mendatang. Kejadian itu sesuai dengan masa reses DPR yang sudah berjalan sejak 6 Oktober 2020 lalu.

Jakarta, Akuratnews. com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan Jakarta akan di-lockdown atau ditutup tengah, mulai pekan depan hingga 8 November 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan masa reses DPR yang sudah berjalan sejak enam Oktober 2020 lalu.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Senin semasa di-lockdown. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 setelah 18 bagian DPR dinyatakan positif.

“Minggu depan itu akan kita lockdown. Kita akan sterilkan dulu, kita lockdown, dan kalaupun nanti dalam kondisi steril, itu pada setiap senin selama masa reses tersebut kita akan semprot. Jadi enggak setiap hari lagi seperti sekarang sampai masa sidang, ” ujar Indra saat dikonfirmasi, Kamis (08/10/2020).

Menurut Indra, pihaknya sudah melakukan sterilisasi terhadap Gedung DPR sejak 23 September 2020. Sterilisasi dilakukan mulai dari bagian sidang hingga ruang kelengkapan badan. Namun memang, diakui Indra, pihaknya terkejut ketika mendapatkan banyaknya informasi soal anggota dewan yang meyakinkan COVID-19.

“Mereka membentuk yang rata-rata menyampaikan positif itu kan langsung isolasi mandiri, ” jelas dia.

Lebih jauh Indra menjelaskan, rapat sempurna yang memutus Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) pada Senin, 5 Oktober 2020, tersebut sengaja dipercepat karena memang banyaknya anggota dewan yang pasti COVID-19.

“Nah makanya setelah kemarin rapat paripurna tersebut, dipercepat karena memang itu keprihatinan pimpinan. Ini kan setelah paripurna penutupan dalam beberapa hari ini, fraksi-fraksi, anggota-anggota, sedang menyelesaikan buat administrasi yang akan melakukan kunker ke dapil, ” katanya.

Lebih lanjut, Indra mengutarakan pihaknya memang tidak bisa langsung melakukan lockdown ketika adanya anggota dewan yang positif COVID-19. Sebab, pada minggu-minggu ini saja masih ada beberapa staf yang mengurusi administratif untuk keperluan kunjungan kerja (kunker) anggota dewan ke dapilnya masing-masing.

“Nah oleh sebab itu nanti bukan cuma sampai 3 hari seperti yang disampaikan Bungkus Gubernur Anies, tapi mulai minggu depan sampai dengan 8 November. Itu semua kegiatan di Nusantara 1 akan dibatasi secara teliti, ” jelasnya.