September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Gubernur Anies Kembali Berlakukan PSBB di Jakarta Mulai 14 September

Gubernur Anies Kembali Berlakukan PSBB di Jakarta Mulai 14 September
Jakarta, Akuratnews. com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memutuskan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSSB ini berlaku mulai 14 September 2020, sehingga kegiatan perkantoran ditiadakan.

Jakarta, Akuratnews. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memutuskan meresmikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSSB ini berlaku mulai 14 September 2020, sehingga kegiatan perkantoran ditiadakan.

Hal tersebut setelah melihat perkembangan kasus COVID-19 DKI Jakarta dan dukungan wahana rumah sakit yang sudah dianggap darurat.

“Dalam rapat disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu berarti kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB pertukaran tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu, ” ujar Anies di Balai Tanah air Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Ia mengatakan bila tak ada kebijakan darurat di Jakarta, oleh karena itu efeknya akan menyebabkan kematian karena COVID-19 akan tinggi di Jakarta.

Sehingga mulai Senin 14 September 2020, bekerja dengan di perkantoran ditiadakan. Namun kegiatan usaha tetap berjalan, akan tersedia 11 sektor usaha yang dikecualikan. “Seluruh tempat hiburan ditutup, ” katanya.

Untuk mengurangi penularan virus Corona di DKI Jakarta Tempat wisata seperti Ragunan dan Monas juga akan balik ditutup. Anies mengatakan PSBB bahan berlaku seperti saat pertama kali diterapkan.

“Yang tersebut artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa asal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melangsungkan PSBB sebagaimana masa awal zaman, ” ujarnya.

Anies mengatakan saat ini kondisi lebih darurat dari awal wabah. “Maka dengan melihat kedaruratan ini, oleh karena itu tidak ada banyak pilihan untuk Jakarta kecuali menarik rem kritis sesegera mungkin, ” ujar Anies.

Dalam rapat gugas percepatan pengendalian COVID-19 di Jakarta sore tadi, Anies menyimpulkan Jakarta akan menarik rem darurat. “Dan inilah rem darurat yang harus kita tarik, ” imbuh Anies.

Oleh karena tersebut Pemprov DKI Jakarta akhirnya menetapkan untuk ‘menarik rem’, kembali menerapkan PSBB secara ketat. PSBB rencananya akan kembali berlaku pada keadaan Senin (14/09/2020).

Transportasi juga akan kembali dibatasi dengan ketat, sementara kebijakan ganjil genap akan ditiadakan terlebih dulu. “Tapi bukan berarti kita bebas bepergian dengan kendaraan pribadi, ” ujarnya.

Gembok Jakarta

Jumlah anak obat positif Covid-19 di Jakarta berserang 1. 026 per Rabu (9/9/2020) hari ini. Dengan demikian jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari tersebut adalah 49. 837 orang.

“Sebanyak 7. 923 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan buatan 1. 026 positif dan enam. 897 negatif, ” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Aib, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Dwi memaparkan, sebanyak 37. 245 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74, 7 persen.

Kemudian, 1. 347 karakter meninggal dunia dengan tingkat mair 2, 7 persen. Sedangkan kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota adalah 11. 245 orang, artinya mereka masih menjalani perawatan ataupun isolasi.

Angka positivity rate dalam sepekan terakhir had hari ini juga turun menjadi 12, 2 persen.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebesar 67. 335. Jumlah orang dengan dites PCR sepekan terakhir sebesar 59. 146, ” ucap Dwi.