December 5, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Idris-Pradi Dulu Mesra Kini Kontra di Pilkada Depok 2020

Idris-Pradi Dulu Mesra Kini Kontra di Pilkada Depok 2020
Depok, Akuratnews. com- Tampil sebagai pasangan dan menjadi pemimpin di Pemilihan Kepala Daerah Depok 2015 lalu, Mohammad Idris & Pradi Supriatna kini akhirnya silih kontra di ajang Pilkada Depok 9 Desember 2020 mendatang.

Depok, Akuratnews. com semrawut Tampil sebagai pasangan dan menjadi pemenang di Pemilihan Kepala Daerah Depok 2015 lalu, Mohammad Idris dan Pradi Supriatna kini kesimpulannya saling kontra di ajang Pilkada Depok 9 Desember 2020 kelak.

Setelah hampir lima tahun memimpin pemerintahan, kebersamaan bagian Wali Kota dan Wakil Pemangku Kota Depok 2015-2020 itu hilang di ajang Pilkada Depok 2020.

Melalui situs resmi Komisi Pemilihan Unum (KPU) Tanah air Depok, kota-depok. kpu. go. id diumumkan daftar bakal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 hanya dua kandidat hingga Minggu, (6/9/2020).

“Pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia mendaftar di 4 September 2020 pukul 14: 43 Wib. Sedang,
Bagian Mohammad Idris – Imam Budi Hartono mendaftar pada 6 September 2020 pukul 09: 46 WIB, ” demikian disampaikan Ketua KPU Depok, Nana Shobarna Senin, (7/9/2020).

Sementara itu, isu keretakan hubungan diantara Idris – Pradi mulai terkuak jelang berakhirnya masa jabatan mereka sebagai besar daerah Depok.

Dikabarkan, sebagai Wakil Wali Kota Depok Pradi, bahkan Gerindra kerap ditinggalkan saat menentukan kebijakan daerah. Alias Pradi ditinggalkan Idris.

Semakin jauhnya relasi PKS secara Gerindra selama menjalankan pemerintahan, semakin
Menambah renggangnya hubungan Idris dengan Pradi selama menjalankan tadbir.

Pihak Gerindra memandang bahwa dalam pembuatan keputusan, Gerindra kerap tidak dilibatkan, termasuk Pradi Supriatna sebagai Wakil Wali Tanah air Depok.

Terbaru, Pradi tak dimasukkan oleh Idris ke dalam jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok yang berisi pejabat-pejabat di Pemkot Depok.

Sekertaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah mengatakan, jika Gerindra sudah tidak mau jika dengan PKS.

Kausa itu juga pihaknya sudah tidak berkomunikasi dengan PKS dan silih bertarung di Pilkada Depok 2020.

“Kan sudah pernah (koalisi dengan PKS) dan telah pernah dikhianati. Buat apa kita, masa mau dibohongi dua kala? ” Kata Hamzah.

Di Pilkada tahun 2020 tersebut, keduanya telah miliki pasangan anyar. Pradi Supriatna lebih pilih Afifah Alia figur wanita jadi pendampingnya. Sedang, Mohammad Idris dipasangkan secara politisi PKS Imam Budi Hartono.

Pada tahapan Pilkada Depok 2020, baik Pradi maupun Idris telah sama-sama resmi mendaftar di KPU Depok sebagai pengikut Wali Kota Depok.

Kini keduanya juga miliki mengalami optimis yang kuat bisa menang dengan dukungan dari masing-masung pesawat partai politik pendukungnya.

Bermodal 33 kursi di kongres, Pradi makin mantab dan yakin jadi pemenang Pilkada Depok 2020.

“Sangat optimis dan yakin bisa menang untuk mutasi di Depok” ucap Pradi usai resmi daftarkan diri di KPU Depok, Jumat, (4/9/2020).

Demikian juga dengan Idris, biar bermodal minoritas suara di dewan perwakilan rakyat, dirinya pun tak mau tumbang optimis dari Pradi.

“Kita yakin akan menang, karena kita juga didukung oleh relawan yang berasal dari berbagai kalangan, ” ucap Idris pada keterangan koalisi Tertata Adil Sejahtera pada Hotel Bumi Wiyata Depok, Jumat, (4/9/2020).

Pada pertahanan koalisi Depok Bangkit, selain Partai Gerindra – PDI Perjuangan yang lebih dulu menyatakan berkoalisi, parpol parlemen lain yang turut tergabung dalam koalisi Bangkit antara lain Golkar, PKB, PAN, dan PSI.

Sementara parpol non parlemen yang tergabung di gabungan Bangkit adalah Hanura, Perindo, Nasdem, Garuda, PKPI, dan PBB.

Sedang, pada deklarasi perserikatan Tertata Adil Sejahtera di dalamnya terdiri dari PKS, Demokrat, PPP dan partai Berkarya