September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Wujud Bangunan Aman, Dan Peran Bentuk Islam

Wujud Bangunan Aman, Dan Peran Bentuk Islam
Akuratnews. com - Baru-baru ini warganet diramaikan dengan peristiwa terbakarnya gedung utama di komplek pejabat Kejaksaan Agung, Jakarta, pada 22 Agustus lalu. Kebakaran yang memang enam lantai Gedung Kejaksaan Agung tersebut memunculkan banyak spekulasi pada tengah masyarakat. Bak detektif para-para warganet memberikan banyak spekulasi mengenai kebakaran tersebut. Mengingat kebakaran tersebut terjadi di tengah penanganan kasus besar…

Akuratnews. com – Belum lama warganet diramaikan dengan peristiwa terbakarnya gedung utama di komplek pejabat Kejaksaan Agung, Jakarta, pada 22 Agustus lalu. Kebakaran yang  menghanguskan enam lantai Gedung Kejaksaan Gemilang tersebut memunculkan banyak spekulasi dalam tengah masyarakat. Bak detektif para warganet memberikan banyak spekulasi tentang kebakaran tersebut. Mengingat kebakaran itu terjadi di tengah penanganan peristiwa besar seperti hak tagih Bank Bali. Sampai korupsi perusahaan asuransi pelat merah Jiwasraya. Bahkan tumbuh juga berbagai pendapat tentang nasib berkas perkara hukum, yang tercatat di gedung utama Kejaksaan Gemilang. Sampai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Dengan begitu banyaknya spekulasi dengan muncul ditambah belum adanya bercak terang atas peristiwa ini, bisa saja menjadikan hilangnya kepercayaan umum pada pemerintah. Sehingga dibutuhkan aksi terbuka dan solutif atas kejadian ini.  

Terlepas dari semua pemikiran dan pertanyaan yang muncul tentang peristiwa tersebut, yang memang menimbulkan tanda tanya. Sistem deteksi serta pengendalian kebakaran di gedung Kejaksaan Agung juga tak kalah penting untuk disorot. Bagaimana mungkin gedung milik pemerintah seperti Kejagung bisa dengan cepat dilahap si jago merah. Menurut Pakar fire safety dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Fatma Lestari, kebakaran dengan melahap gedung utama kantor Kejaksaan Agung harus dijadikan peringatan untuk segera melakukan audit keselamatan kebakaran terhadap seluruh gedung-gedung milik negeri. Dari pengamatannya hampir 70% kantor pemerintahan di Jakarta tidak menutup standar keselamatan kebakaran. Fatma Lestari, menduga sistem proteksi aktif keselamatan kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung tidak berjalan. Itu tampak dari kobaran api yang menjalar dengan cepat ke sejumlah lantai. Pada peristiwa kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung, api prima kali terlihat dari lantai enam kemudian merambat hingga lantai dalam bawahnya (suara. com, 26/08/2020).

Kebakaran yang terjadi di Kejagung bisa saja terulang. Mengingat kebakaran ini bukan kali pertama terjadi. Pada Januari 1979, kebakaran pernah menghanguskan kebanyakan sayap kanan gedung. Selain tersebut pada November 2003, dua kebakaran beruntun terjadi di kontrol panel listrik lantai dua dan lantai tiga gedung ini. Selain itu kekhawatiran bertambah besar karena penuh gedung-gedung milik negara sudah berusia di atas 30 tahun. Padahal kebakaran yang terjadi di gedung milik pemerintah bisa menimbulkan efek yang besar, bukan hanya sekedar kerugian materi tapi bisa oleh sebab itu hilangnya dokumen-dokumen penting milik negeri. Sebenarnya bukan hanya kebakaran dengan menjadi ancaman, bisa juga berawal dari berbagai kondisi lain mengikuti saja gempa bumi yang selama ini sering berdampak buruk bagi konstruksi-konstruksi yang ada. Sehingga jalan terbaik harus diupayakan untuk merancang dan menciptakan konstruksi-konstruksi aman.

Konstruksi Gedung Aman di Sistem Islam

Islam merupakan agama yang memberikan rahmat  bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Aturan islam adalah penyelesai setiap permasalahan manusia yang datangnya dibanding Allah SWT yang Maha mendapati. Dalam pandangan islam, merancang dan membangun suatu bangunan haruslah  memberikan manfaat bagi lingkungan atau   kawasan dimana bangunan itu didirikan apalagi jika bangunan dengan didirikan adalah bangunan umum atau milik pemerintah. Jangan sampai menetapkan keuntungan atau penyebab lain oleh karena itu aspek keselamatan dan keamanan diabaikan. Dalam Islam, Konstruksi tidak cuma mengedepan keindahan tetapi bangunan dengan didirikan juga harus memperhatikan bagian kesehatan, kenyamanan dan keselamatan atma masyarakat. Semua itu berlangsung di atas kaidah-kaidah syariat. Berikut ialah beberapa hal yang harus diperhatikan agar terwujud struktur bangunan dengan aman utamanya pada bangunan-bangunan publik :

1. Kudu adanya ketaqwaan dan kesadaran lantaran pihak-pihak terkait tentang apa yang sebenarnya dikejar. Ketaqwaan inilah yang mengkondisikan pihak terkait tidak melegalkan segala cara demi keuntungan. Jadi merencanakan dan membuat kontruksi pertanggung jawabannya bukan hanya pada manusia. Untuk membentuk pribadi yang demikian dibutuhkan sistem pendidikan dan media yang senantiasa mengkondisikan munculnya jiwa bertaqwa.

2. Alokasi dana yang dasar layak bukan hanya sekedar dengan prinsip “asal terbangun, rusak diperbaiki lagi”. Dalam perkara ini maka dibutuhkan sistem ekonomi tangguh yang bukan hanya bersumber dari pinjaman dan pajak.  

3. SDM, Cara dan Teknologi berkualitas, yang pula tidak pernah bisa dipisahkan sejak sistem politik yang memunculkan kebijakan yang mewujudkan meratanya pendidikan dengan kualitas terbaik. Dan juga sistem ekonomi yang tangguh untuk mendanai semua.

4. Adanya kontrol dari negara dari sisi keamanan bangunan. Selain memang harus ada pihak terpaut yang senantiasa mengontrol proses pendirian dan perencanaan. Maka sistem agama islam juga memiliki peradilan untuk mengakhiri pelanggaran yang bisa membahayakan sah masyarakat [jamaah] yakni Qâdhî Muhtasib. Qodhi ini bekerja untuk mengkaji semua masalah yang terkait dengan hak umum, minus adanya penuntut. Semisal kondisi bangunan-bangunan publik yang ada di negeri Islam.

5. Jika upaya terbaik untuk menciptakan konstruksi aman sudah dilakukan, namun musibah tetap terjadi maka negara punya tanggung jawab lengkap untuk melakukan tindakan cepat serta tepat demi kemaslahatan  masyarakat.

Tercatat di dalam sejarah peradaban Islam, penyelenggaraan faedah publik Khilafah benar-benar mencapai pucuk kebaikan. Semisal Sinan (1489-1588) merupakan seorang arsitek utama kekhilafahan Ottoman. Dia merancang dan membangun 477 bangunan. Karyanya termasuk Masjid Selimiye di Edirne, yang memiliki menara paling tinggi dan paling awet gempa di seluruh Turki.

Wallahu a’lam bishshowab.