September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Raka Kelana: Mengilhami Saya Berbuat Terbaik untuk Sidoarjo

Raka Kelana: Mengilhami Saya Berbuat Terbaik untuk Sidoarjo
Sidoarjo, Akuratnews. com berantakan Penanggalan tahun Islam atau hijriyah itu dibuat dan diberlakukan semenjak zaman khalifah Umar bin Khattab. Dasar penghitungannya dimulai perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 masehi. Lalu, menetapkan Muharram sebagai mula bulan tahun Islam. Alasannya? Ternyata, banyak kisah mengesankan pada kamar ini.

Sidoarjo, Akuratnews. com kepala Penanggalan tahun Islam atau hijriyah itu dibuat dan diberlakukan sejak zaman khalifah Umar bin Khattab. Dasar penghitungannya dimulai perjalanan memindahkan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 masehi. Lalu, menetapkan Muharram sebagai depan bulan tahun Islam. Alasannya? Ternyata, banyak kisah mengesankan pada kamar ini.

Kisah-kisah tersebut, diantaranya: haram berperang, orang Arab meyakini bulan suci; Nabi Musa dan pengikut setianya lolos lantaran kejaran Raja Fir’aun; Wafatnya Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW; Pengampunan Nabi Adam; Berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS pada Bukit Zuhdi; Nabi Ibrahim aman dari kobaran api siksa Ayah Namrud; Nabi Yusuf keluar kurungan, Nabi Ayyub AS sembuh sejak sakit menahun dan keluarnya Rasul Yunus AS dari perut ikan hiu.

Itulah sekelumit mengenai Muharram, dijadikan sebagai pangkal bulan tahun Islam atau hijriyah.

Salah seorang bahan calon Bupati Sidoarjo 2021-2024 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini mengungkapkan, apabila ditelisik, PDI-P menunda pengumuman pasangan calon besar dan wakil kepala daerah (paslonkada) yang diusungnya untuk berlaga pada pilkada Sidoarjo 2020, direncanakan Rabu (19/8/2020), mendadak berubah Senin (24/8/2020) pekan depan, terbilang istimewa.

“Istimewa, karena paslonkada Sidoarjo diumumkan di bulan Muharram. Itu bermakna, ada pesan tersirat untuk paslonkada yang diusung PDI-P kudu bisa mewujudkan perubahan Sidoarjo menjelma lebih baik, sebagaimana perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang digunakan pokok penghitungan tahun Islam itu, ” terangnya tersenyum.

Zona, apa makna lainnya lagi patuh Mas Kelana, yang tersirat lantaran penundaan pengumuman paslonkada Sidoarjo yang diusung PDI-P tersebut? Akuratnews. com memaparkannya dalam tulisan seri ke-65 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, makna tersirat lainnya, selain mewujudkan perubahan Sidoarjo, paslonkada diharapkan dapat menciptakan kemakmuran dan ketenteraman masyarakat.

“Mengingat, puluhan tahun kondisi masyarakat terkesan tak ada perkembangan yang berarti selama berada di Sidoarjo, padahal kawasan ini letak wilayahnya strategis serta memiliki banyak potensi, ” ujarnya.

Karenanya, sambung Raka Kelana, jika PDI-P dan PAN mengusung nama dia turut bersabung di pilkada Sidoarjo yang digelar 9 Desember 2020 mendatang, beserta sebagian besar masyarakat menaruh keyakinan kepada dirinya untuk mengemban lurus sebagai bupati, apapun harapan masyarakat bakal dia wujudkan.

“Ya, karena saya awal memiliki mandat parpol pengusung bertepatan Muharram, tentu makna tersirat berbagai peristiwa di bulan ini mengilhami beta berbuat yang terbaik untuk Sidoarjo ke depan. Saatnya Sidoarjo berganti! ” tandasnya. (Bersambung)