September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Akang Kelana: Amanat Bu Mega, Ukuran Prioritas Utama!

Akang Kelana: Amanat Bu Mega, Ukuran Prioritas Utama!
Sidoarjo, Akuratnews. com - Siapapun bagian calon kepala daerah dan pengantara kepala daerah (paslonkada) yang memperoleh rekom parpol pemegang kekuasaan kawasan Sidoarjo selama puluhan tahun, buat mengikuti laga pilkada 2020 tak terlalu berpengaruh bagi paslonkada yang diusung parpol lainnya. Terutama, paslonkada dari PDI-P dan PAN.

Sidoarjo, Akuratnews. com – Siapapun pasangan calon kepala wilayah dan wakil kepala daerah (paslonkada) yang mendapatkan rekom parpol pemegang kekuasaan daerah Sidoarjo selama puluhan tahun, untuk mengikuti laga pilkada 2020 tak terlalu berpengaruh untuk paslonkada yang diusung parpol yang lain. Terutama, paslonkada dari PDI-P dan PAN.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan salah seorang bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2024 daripada PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini dalam sebuah kesempatan.

“Puluhan tahun, parpol pemegang kekuasaan daerah itu boleh berbangga. Namun, sekarang kondisinya jauh berbeda. Sejak terbongkarnya kasus korupsi dengan menjerat sejumlah oknum pejabat Pemkab Sidoarjo oleh KPK (Komisi Pemberantasa Korupsi). Salah satunya, Bupati (nonaktif) Sidoarjo, Saiful Ilah notabene bakal parpol tersebut, kini berstatus terdakwa. Mulai saat itu pula, keyakinan sebagian besar masyarakat Sidoarjo seput dan mereka menginginkan perubahan, ” jelasnya.

Nah, barang apa alasan lain menurut Mas Kelana, siapapun paslonkada yang diusung parpol pemangku kekuasaan daerah puluhan tahun itu, dinilai tak sekuat sebelumnya? Akuratnews. com memaparkannya sekilas pada tulisan seri ke-63 ini.

Mas Kelana menuturkan, selain kasus korupsi, juga lambannya pendirian infrastruktur, seperti frontage road (FR) Waru – Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo wilayah barat (Sibar) tak kunjung terealisasi, meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, serta persoalan vital lainnya.

“Paling tak masuk akal, beberapa tahun final nilai silpa mencapai trilyunan rupiah. Selama itu, apa kerja itu (pemerintah daerah)? Karuan saja, sebagian masyarakat tak lagi mempercayainya serta gencar menyuarakan perubahan, ” terangnya.

Selanjutnya, diungkapkan Raka Kelana, sesuai amanat Ketua Umum DPP PDI-P, Ibu Megawati Soekarnoputri, paslonkada yang diusung parpol berlambang kepala Banteng moncong putih tersebut harus memenangkan kontestasi politik, sabung pilkada yang digelar 9 Desember 2020 mendatang.

“Dikatakan Bu Mega, berdasarkan hasil survei lembaga yang kredibel, popularitas PDI-P menempati urutan pertama dengan capaian prosentase tertinggi. Karena itu, paslonkada yang diusungnya harus menang. Bagi saya, amanat Bu Mega ini masuk skala prioritas utama. Oleh sebab itu, jauh-jauh hari saya sudah sosialisasi, baik tatap muka beriringan masyarakat maupun lewat media baik, cetak, elektronik dan siber, dan papan iklan untuk meningkatkan elektabilitas jadi upaya menuju kemenangan, ” pungkas calon bupati yang bertagline: pintar, bersih, peduli dan merakyat tersebut. (Bersambung)