September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Kebijakan Susi Selama Menjadi Menteri Belum Menguntungkan Negara

Kebijakan Susi Selama Menjadi Menteri Belum Menguntungkan Negara
Jakarta, Akuratnews. com - Ada tanda mengejutkan dari soal kinerja mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ternyata, kebijakan Susi semasa menjadi menteri belum menguntungkan negara. Informasi ini dikemukakan Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim dalam Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo. Menurutnya, investasi Susi dalam menjaga kedaulatan sumber daya laut belum menguntungkan negara.

Jakarta, Akuratnews. com kacau Ada fakta mengejutkan dari perkara kinerja mantan Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti. Ternyata, kecendekiaan Susi selama menjadi menteri belum menguntungkan negara.

Fakta ini dikemukakan Asisten Deputi Kebahagiaan dan Ketahanan Maritim di Departemen Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo. Menurutnya, investasi Susi dalam menjaga kedaulatan sumber gaya laut belum menguntungkan negara.

“Ibu Susi melakukan perang melawan illegal fishing. Ibu Susi melawan kapal asing berkuasa di Indonesia. Unsur utamanya adalah memulihkan sumber daya laut. Tapi apa yang Indonesia dapatkan dari mengelola sumber daya laut ini? Apakah Indonesia mendapatkan perlakuan khusus buat produk ikan Indonesia yang masuk ke pasar global karena ancangan Indonesia menyelamatkan ekosistem ini? Jawabannya tidak. Produk ikan kita lestari dikenakan pajak yang mahal meresap pasar Eropa, ” kata Araujo, dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (13/8).

Araujo menambahkan, pertimbangan yang paling utama dalam mengelola pemerintahan khususnya daerah maritim adalah kita harus mengetahui posisi kita dalam permainan penting global.

“Kami kudu melihat dan menempatkan posisi ana di atas peta, mengukur kemahiran kami dan kekuatan kami, & bagaimana memproyeksikan posisi kami pada interaksi global atau regional, elok secara ekonomi maupun politik, ” katanya dikutip Antara.

Araujo mengungkapkan Indonesia memiliki 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan selat-selat strategis untuk salur perdagangan laut. Namun, pertanyaannya, untuk apa dilakukan penjagaan ketat dengan memakai sumber daya manusia dan anggaran yang cukup besar di dalam wilayah strategis tersebut.

“Indonesia menghabiskan bertriliun-triliun untuk melestarikan keamanan di beberapa alur bahar tersebut dan selat-selatnya, apakah dengan didapatkan Indonesia dari investasi yang begitu besar untuk menjaga daerah laut tersebut? Mari kita hitung atau cek bersama, ” introduksi dia.