September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

PBNLI Dorong Negeri Ini Terdepan Teristimewa di Budidaya Lobster

PBNLI Dorong Negeri Ini Terdepan Teristimewa di Budidaya Lobster
Jakarta, Akuratnews. com - Arah kebangkitan nelayan Nusantara mulai tampak nyata lewat lahirnya Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia (PBNLI). Dengan misi mewujudkan kesejahteraan nelayan, turut mengatur kaidah niaga penjualan benih lobster & menjadikam Indonesia terdepan dalam budidaya lobster, PBNLI berupaya merangkul semua nelayan di tanah air.

Jakarta, Akuratnews. com – Arah kebangkitan nelayan Indonesia mulai tampak jelas lewat lahirnya Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia (PBNLI).

Dengan misi mewujudkan ketenteraman nelayan, turut mengatur tata niaga penjualan benih lobster dan menjadikam Indonesia terdepan dalam budidaya lobster, PBNLI berupaya merangkul semua nelayan di tanah air.

“Usahakan kita menjadi bangsa pelaut kembali. Bangsa pelaut dalam definisi seluas-luasnya, bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi marga pelaut dalam arti kata cakrawati samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut mengembari irama gelombang lautan itu tunggal, ” tegas Ketua Umum PBNLI, Samingin SE saat Deklarasi dan Pengukuhan PBNLI di Jakarta, Rabu (12/8).

Samingin memasukkan, saat kita memandang laut, sebenarnya kita sedang memandang masa lulus, masa sekarang dan masa depan Indonesia.

“Patut kita syukuri saat ini masih ada nelayan yang menyibukan dirinya di laut sebagai upaya pemenuhan bertabur bangsa sekaligus menjaga budaya leluhur. Sampai sekarang nelayanlah yang sedang percaya, bahwa sumber kehidupan keturunan ini ada di laut, merekalah yang kawin dengan laut. Mengingat peran pentingnya nelayan dalam menahan kehidupan berbangsa maka sudah seyogyanya pemerintah hadir untuk nelayan terkhusus nelayan kecil sebagaimana diamanatkan peraturan, ” katanya.

Menurutnya, Penerbitan Peraturan Menteri Kelautan & Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, serta rajungan adalah momen tepat menggelar komoditas lobster yang sampai era ini masih belum banyak dilakukan nelayan Indonesia.

Makin, Indonesia, tambahnya, tertinggal jauh dibandingkan Vietnam yang sudah menjadi produsen utama dunia. Padahal selama ini bangsa kita dikenal sebagai penghasil lobster terbaik di dunia.

Karena itulah PBNLI kini dideklarasikan guna meraih kembali kemangkakan sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia.

PBNLI dikatakan Samingin akan menumbuh kembangkan semangat pembudidayaan lobster baik dalam laut maupun di darat yang akhirnya bermuara pada meningkatnya perolehan dan kesejahteraan nelayan lobster.

“Selain itu, kita akan menjadi mitra strategis pemerintah pada mewujudkan Indonesia sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia, ” kata Samingin lagi.

PBNLI mengklaim, dengan beribu-ribu anggota yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, hingga di pulau-pulau terdepan dan terpencil di seantero Nusantara akan mampu berbicara banyak dalam hal di atas.

PBNLI dan jajaran pengurus juga akan memberikan edukasi tentang penangkapan lobster maupun benih bening yang berkelanjutan dan memperhatikan dampak lingkungan maupun sosial kemasyarakatan serta mendorong terjalinnya kerjasama nelayan dengan pengusaha & pembudidaya lobster.

“Kita juga coba mendorong adanya regulasi pemerintah yang dapat memberikan kepastian berusaha dan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya lobster. Mendorong ekspor lobster dengan membuka pasar hangat di dunia melalui peningkatan kadar dan kualitas produksi lobster, ” ucap Samingin.

PBNLI pun siap mendatangkan tenaga terampil dari Vietnam untuk berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kualitas budidaya lobster di Indonesia

Daripada catatan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada 2019, produksi lobster dunia tumbuh rata-rata 2, 30 persen per tahun. Sedangkan, dari masukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, nilai ekspor lobster pada periode 2014-2018 mengalami pertumbuhan 20, 42 persen per tahun.

Dari lima lobster yang ada di wilayah perairan Nusantara, tercatat lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang terpendam untuk dikembangkan melalui sistem akhlak daya perikanan yang ada.

Bahkan berdasarkan kajian BRSDM KP, hasilnya diketahui ada potensi yang sangat besar untuk macam lobster mutiara dan lobster pasir ini. Kedua jenis lobster tersebut potensinya mencapai 278. 950. 000 ekor dan tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

Pada tahun 2020 tersebut, produksi lobster ditargetkan mencapai 18, 44 juta ton dan terbang menjadi 22, 65 juta ton pada 2024 mendatang.

Agar bisa mewujudkan pengelolaan sumber daya lobster yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, regulasi tata kelola sumber daya perikanan lobster biar dipandang perlu diterapkan untuk memperkuat tata kelola benih lobster.

“PBNLI akan menjadi pacar strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan adanya regulasi peraturan yang adil, stabilitas harga lobster di pasar, terjaminnya sumber pendapatan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya lobster sekaligus keberlanjutan bagi alam, ” pungkas Samingin.