October 22, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Anak Daring, Ortu Darting?

Anak Daring, Ortu Darting?
Akuratnews. com - Sejak diumumkan pertama kali kasus covid-19 di negeri ini yaitu asal Maret 2020, hingga saat itu sudah empat bulan kurang lebih kaum banyak melakukan aktifitas di vila. Bagi yang bekerja sebagian ada kebijakan WFH dan sebagian asing bekerja seperti biasa ke biro atau pabrik. Dengan kebijakan Social Distancing, menggunakan masker, rajin basuh tangan…

Akuratnews. com – Sejak diumumkan pertama kali kejadian covid-19 di negeri ini yakni awal Maret 2020, hingga saat ini sudah empat bulan agak rakyat banyak melakukan aktifitas di rumah. Bagi yang bekerja beberapa ada kebijakan WFH dan beberapa lain bekerja seperti biasa ke kantor atau pabrik. Dengan kebijaksanaan Social Distancing, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan sebagainya. Makin saat ini ada yang mengikuti rapid test dan swab test karena kasus semakin meningkat. Hal ini bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi covid-19.

Selain itu, aktifitas belajar anak-anak dipindah ke rumah. Hal itu menjadi ujian tersendiri bagi anak dan para orang tua. Satu bulan pertama adaptasi luar pokok, dua bahkan empat bulan era ini ada yang semakin terbiasa. Namun, ada juga yang semakin stres dengan keadaan ini. Tanggung jawab mendidik anak, pekerjaan rumah tangga, belum lagi jika anaknya banyak ditambah aktifitas lain memicu emosi membual terutama para ibu.

Lalu bagaimana seharusnya bagi para orang tua terutama ibu menanggapi kondisi ini? Hal utama merupakan, kondisikan hati untuk menerima peristiwa ini semata karena Allah. Kalau keadaan ini adalah bagian dari kehendak-Nya. Pandemi yang melanda negeri ini tak mungkin terjadi tanpa izin-Nya, artinya ada pelajaran yang padahal Allah beri bagi hamba-Nya. Apakah semakin taat dan mendekat pada-Nya atau malah semakin menjauh? Ikhlas dan rida menerima takdir dengan sudah ditetapkan oleh-Nya.

Jika rasa ridha dan ikhlas ini sudah tertanam dalam absurd, paling tidak terus mencoba supaya tertanam dalam hati. Akan membawa pengaruh dan energi positif di dalam fikiran selama mendampingi anak bersekolah di rumah. Masalah selanjutnya adalah teknis anak belajar di panti. Memang, guru memiliki kelebihan ketika mengajar di sekolah. Maka harus ada kerja sama atau sinergi antara orang tua dan instruktur agar materi bisa tersampaikan dengan baik dan tujuan pembelajaran bisa diraih.
Lalu, apakah lengah bagi sebagian orang tua pertama para ibu stres atau darting (darah tinggi) selama mendampingi bani belajar daring di rumah zaman pandemi? Tentu hal yang betul manusiawi, namun jika berlarut-larut tidak diselesaikan akan menjadi penyakit bagi para orang tua terutama ibu. Sementara jika para pengampu melempem, maka proses belajar di vila akan terganggu. Maka harus lekas dicarikan solusinya dalam teknis belajar mendampingi anak di rumah. Dari timing, jika seorang ibu ada waktu setelah selesai pekerjaan vila atau pekerjaan di kantor buat mendampingi anak belajar di sendi maka pergunakan waktu tersebut dengan sebaik mungkin dan komunikasikan dengan anak dan gurunya.

Dari sisi mood anak, terutama bagi anak yang adaptasi baru masuk sekolah SD misalnya. Bertanya dan komunikasikan dengan anak surat bisa belajar dengan nyaman dan santai. Walau tetap ada tumpuan waktu pengumpulan laporan pembelajaran di gurunya setiap harinya. Dari sisi konten materi pembelajaran jika menemukan kesulitan, juga dikomunikasikan dengan gurunya anak-anak. Tidak dipendam dan dihadapi seorang diri sehingga bisa menjadi bom waktu.

Dibutuhkan kesabaran ekstra jika dalam mengiringi proses belajar anak di rumah selama daring menemukan banyak sekatan atau kesulitan. Misal, sinyal, jaringan, listrik tiba-tiba mati, kuota, meninjau aplikasi baru atau masih ganjil misalnya zoom, HP atau leptop sebagai sarana belajar tiba-tiba hang, dan kesulitan anak dalam mencerna materi. Kembali pada poin dalam atas, mencoba ridha dan jujur dengan kondisi ini sehingga gaya positif tetap terjaga.

Selanjutnya, jangan lupa terus berdoa agar pandemi ini segera sudah. Diberi kemudahan selama mendampingi cara belajar daring anak. Tujuan penelaahan bisa tercapai, anak menjalani secara baik dan enjoy. Orang tua terutama ibu tidak darting ataupun stres selama pandemi mendampingi budak daring. Firman-Nya: “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. ” (Q. S. al-Fajr [89]: 27-28). Allahu A’lam Bi Ash Shawab

*Penulis adalah Member Revowriter dan WCWH