August 14, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Energy Indonesia Melimpah, Kenapa Harus Garib?

Energy Indonesia Melimpah, Kenapa Harus Garib?
Oleh: DR. Etty Susilowati, SE. MM Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Akuratnews. com awut-awutan Satu dua bulan yang morat-marit, masyarakat digemparkan dengan tagihan listrik yang cukup signifikan. Bagaimana tak? Tagihan yang harus dibayarkan oleh para pelanggan nilainya cukup pantastis. Kenaikan yang terjadi bisa menyentuh puluhan juta rupiah bagi di setiap pelanggan. Menjadi tanda Tanya besar…

Oleh: DR. Etty Susilowati, SE. MM

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi

Akuratnews. com – Satu dua bulan yang berserakan, masyarakat digemparkan dengan tagihan listrik yang cukup signifikan. Bagaimana tak? Tagihan yang harus dibayarkan oleh para pelanggan nilainya cukup pantastis. Kenaikan yang terjadi bisa mencapai puluhan juta rupiah bagi pada setiap pelanggan. Menjadi tanda Tanya tumbuh di tengah melimpahnya energy daerah yang dimiliki oleh Indonesia, kudu dibayar mahal oleh masyarakatnya tunggal. Dari Sabang sampai Merauke, Tuhan Yang Maha Esa, telah memberikan Indonesia beragam kebutuhan yang ada di Alam.

Kiranya merugi hingga triliunan rupiah, Covid-19 menjadi sasaran atas meruginya PLN yang diketahui menjadi salah kepala penyedia energy yang dipahami sebagai energy listrik oleh masyarakat merata. Tak tanggung-tanggung kerugian yang diklaim oleh PLN, sekitar Rp 38 Triliun PLN harus menanggung kesialan, hal ini diungkapkan saat kerap kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu yang semrawut.

Luasnya potensi energy di Nusantara seharusnya energy bukanlah menjadi permasalahan yang rumit. Penampakan permukaan alam Indonesia yang terdiri diri perairan dan daratan berbanding antara 4: 1. Penampakan tanah berupa gunung tertinggi, sungai terpanjang di Indonesia, danau membuat Indonesia menjadi negara ke 15 terluas di dunia. Indonesia termasuk negara kepulauan yang berada pada posisi strategis yang digambarkan dari letak geografis dan letak astronomis Indonesia.

Robert Kaplan mengutarakan bahwa geografi secara luas bakal menjadi determinan yang mempengaruhi bervariasi peristiwa lebih dari pada dengan pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa dengan akan datang, keberadaan Indonesia mau dipengaruhi oleh kondisi dan posisi geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan.

Dengan beragamnya Sumber daya alam yang ada, laksana Sungai, Laut, Angin dan Matahari, Indonesia memiliki potensi yang lulus besar untuk mengembangkan sektor energy khususnya bagi masyarakatnya sendiri. Bahkan, Kalimantan yang digadang-gadang sebagai ibukota baru memiliki potensi energy dengan cukup besar. Pulau Kalimantan memiliki luas 743. 330 km², secara titik koordinat 4° 24` LU – 4° 10` LS & antara 108° 30` BT – 119° 00` BT. Dimana posisi alamnya meliputi Laut, Pantai Biduk-Biduk, Pantai Angsana, Pantai Melawai, Pantai Benua Putra dan pantai Miring Lamaru, dilengkapi oleh sungai-sungai kurun lain, Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Melawi, & Sungai Arut.

Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4, 80 kWh/m2/hari, energi jalan 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Di mana, saat ini pengembangan EBT mengacu pada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Di Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional di tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, & Angin 5%, serta batubara dengan dicairkan sebesar 2%. Untuk tersebut langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2, 846 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpatok angin (PLT Bayu) sebesar 0, 97 GW pada tahun 2025, surya 0, 87 GW di dalam tahun 2024, dan nuklir 4, 2 GW pada tahun 2024.

Demi mendayagunakan energy yang dimiliki oleh alam Indonesia, tentu saja kerjasama dapat dikerjakan dengan Pemerintah Daerah untuk mempermudah tanggungan pengelolaannya. Bagi pemerintah kawasan keuntungan yang dapat dikelola & bisa dikembangkan antara lain, Biomasa, Energi Angin, Energi Surya, Gaya Nuklir dan Mikrohidro.

Dapat dibayangkan Total investasi yang diserap pengembangan EBT sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13, 197 juta USD. Dimana, Keuntungan Gaya Baru Terbarukan ini adalah Santun lingkungan, Investigasi teknologi, Mudah dikembangkan, Mengurangi sampah dan yang lebih penting akan meningkatkan peluang tenaga kerja baru, tentu saja situasi ini akan sangat berdampak khususnya daerah-daerah berkembang.

Namun, bukan tanpa kendala, penerapan energy terbarukan terbentur kepada regulasi yang dinilai kerap berubah-ubah menjadi tantangan pengembangan energi baru terbarukan pada Indonesia. Padahal, jika kita ingin tilik lebih dalam memiliki makna yang cukup banyak, khususnya bagi Pemerintah Daerah yaitu: Meningkatkan perkenomian daerah, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Meningkatkan akses energi kepada bangsa langsung.

Pemerintah terus berupaya melaksanakan percepatan pengembangan gaya baru terbarukan (EBT) agar sanggup mencapai target 23% energi hangat terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional tahun 2025 sebagaimana arahan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Strategi percepatan pengembangan EBT untuk mencapai target ambisius pada tahun 2025 yang dilakukan pemerintah, yaitu:

  • Mendorong peningkatan kapasitas unit-unit PLT EBT yang sudah ada serta proyek EBTKE yang sedang berlaku sesuai RUPTL.
  • Upaya penciptaan pasar EBT. Untuk perluasan panas bumi, diupayakan pengembangan Flores GEothermal Island, sinergi BUMN buat percepatan pengembangan panas bumi dalam Wilayah Kerja BUMN, dan pengembangan klaster ekonomi berbasis sumber gaya setempat dengan pembangkit listrik. Buat pengembangan PLTA, diupayakan pengembangan rencana PLTA/M/MH utuk klaster industri mineral dan pengembangan PLTMH melalui penggunaan berbagai bendungan.
Selanjutnya 1 2