August 14, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Mas Kelana Berharap Para Orangtua Mengelus

Mas Kelana Berharap Para Orangtua Mengelus
Sidoarjo, Akuratnews. com - Masa depan bangsa berkecukupan di tangan anak saat ini. Semakin baik kualitas anak era ini, semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa. Demikian fragmen kata pengantar yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam panduan rangkaian kesibukan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 ini.

Sidoarjo, Akuratnews. com – Masa depan bangsa berada di tangan bujang saat ini. Semakin baik status anak saat ini, semakin indah pula kehidupan masa depan keluarga.

Demikian cuplikan kata pendahuluan pengantar yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam panduan rangkaian kegiatan rujukan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 ini.

Ditambahkan, HAN 2020 mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju, ” karena keturunan ini tengah menghadapi tantangan berupa pandemi Covid-19 yang berimplikasi di dalam masyarakat, terutama anak.

“Yakni, mengalami persoalan seperti masalah pengasuhan bagi anak yang orangtuanya positif Covid-19, kurangnya kesempatan berlaku dan belajar, serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi sebagai akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di sendi, ” katanya.

Nampaknya, permasalahan kurangnya kesempatan belajar anak, termasuk tak dapat menempuh pendidikan di sekolah sejak pandemi Covid-19, sangat dirasakan masyarakat Sidoarjo. Pertama, para orangtua yang masih memiliki anak yang duduk di amben sekolah. Mereka mengeluh dan menodong pemerintah pusat/daerah, agar membuka kembali pembelajaran di sekolah, bukan membiasakan melalui online di rumah.

“Tidak semua orangtua ngerti soal belajar online yang memakai pulsa paket data. Lagian, dari mana saya uang untuk kulak pulsa, buat nyari makan sekadar susah, apalagi aktivitas di luar dibatasi? Juga, belajar via online tidak membuat anak-anak tambah berpendidikan, malah semakin bodoh dan kurang disiplin. Terparah, anak-anak bisa memukul dini, akibat keseringan menatap hape (handphone). Karenanya, saya mohon kebijaksanaan pemerintah pusat/daerah, agar anak-anak bisa belajar di sekolah, buka madrasah segera, mau nunggu kapan lagi? ” ungkap mereka.

Keresahan yang dialami para orangtua di Sidoarjo tersebut, sempat mengundang trenyuh bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini.

“Ya, saya benar-benar trenyuh dengar keluhan para orangtua itu. Beta yakin, sikap pemerintah dan para-para orangtua sama-sama punya tujuan molek, melindungi anak-anak. Pemerintah tidak ingin anak-anak terinfeksi virus Corona, namun para orangtua tak mau anaknya jadi bodoh. Rupanya, jalan keluar berupa belajar online, bukan berkepanjangan terbaik, banyak kelemahan, anggapan para-para orangtua, ” ucapnya.

Nah, apa solusi terbaik menurut Mas Kelana, agar tujuan negeri pusat/daerah dan para orangtua mampu dipahami keduabelah pihak, sehingga anak-anak tidak terkesan menjadi ‘korban’ pada tengah pandemi Covid-19 ini? Akuratnews. com menorehkannya dalam tulisan cahaya ke-36 ini.

Mas Kelana menuturkan, sebagai generasi penerus masa depan bangsa, keberadaan anak-anak harus dijaga dan dilindungi.

“Bila anak-anak tidak dijaga dan dilindungi, bisa dilihat barang apa yang akan dialami bangsa itu di masa mendatang? Soalnya, penuh negara di dunia hancur, kelanjutan tidak memberikan perhatian serius di dalam anak-anak dan membiarkan mereka tumbuh menderita dan terlantar, ” tuturnya.

Karenanya, sambung Akang Kelana, bukan bermaksud ‘menggurui, ‘ dia sekedar memberikan solusi unggul berkaitan kebijakan pemerintah pusat/daerah meliburkan anak sekolah yang dikeluhkan para orangtua itu.

“Sementara waktu, sebaiknya para orangtua bisa menahan emosi, bersikap tenang serta sabar. Mengingat, kondisi masih belum aman dari sebaran virus Corona. Hampir tiap hari, ada sebesar warga yang meninggal. Mungkin, pertimbangan ini, pemerintah tak mau gegabah. Apalagi, terkait anak-anak. Kapasitas beta, tidak membela siapapun. Mari kita saling memahami, negeri ini pantas diuji, karena Sang Khalik ingin mengetahui sejauh mana kesabaran hamba-Nya menghadapi cobaan yang Dia turunkan ini, ” ujarnya. (Bersambung)