October 22, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Buktikan Dirinya Tetap Eksis, Ita Purnamasari Rilis Single Karya Dian PP dan Deddy Dhukun

Buktikan Dirinya Tetap Eksis, Ita Purnamasari Rilis Single Karya Dian PP dan Deddy Dhukun
Jakarta, Akuratnews. com- Lady Rockers asal Surabaya Ita Purnamasari buktikan bahwa dirinya masih tetap eksis dengan  merilis single anyar karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D) yang berjudul " Semua Oleh sebab itu Satu", dibawah naungan label HP Music".

Jakarta, Akuratnews. com- Lady Rockers asal Surabaya Ita Purnamasari buktikan bahwa dirinya masih tetap eksis dengan    merilis single anyar karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D) yang berjudul ” Semua Jadi Satu”, dibawah naungan label HP Music”.

Selain mencatat 3 dekade kiprahnya serta membuktikan bahwa dirinya tetap eksis,   perilisan lagu ini juga   memiliki makna yang spesial   bagi Ita Purnamasari, sebab bertepatan dengan hari ulang tahunnya dengan jatuh pada hari ini Rabu 15 Juli. Jadi ini merupakan   sebagai kado manis pada hari jadinya yang ke 53.

Lagu “Semua Siap Satu” ini   memang bukanlah   lagu baru, sebab sebelumnya pada dekade ’80an pernah sangat populer dinyanyikan oleh Malyda. Kemudian pernah juga dinyanyikan oleh 3 Diva yang terdiri dari Ruth Sahanaya, Helmy Yahya dan Lala Suwages pada 2010 silam.

Dipilihnya lagu “Semua Jadi Satu” ini bagi Ita bukan tanpa alasan, sebab sebelumnya dia pernah tergabung dengan kelompok 7 Bintang, dimana   lagu “Semua jadi Satu” ini selalu menjelma pilihan untuk dinyanyikan olehnya. Bahkan Ita mengaku bahwa lagu ini dirasa pas dengan karakter vokalnya.

” Saya memeilih lagu Semua Jadi Satu i ini karena saya merasa pas dan pas dengan karakter vocal saya, selain itu juga sudah mendapat restu dan menjadi kemufakatan bersama dengan produser saya yakni pak Hadi Soenyoto, “, nyata Ita saat menggelar jumpa pers melalui Zoom, di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, di Rabu sore (15/07/20).

Lebih lanjut Ita menambahkan bahwa untuk aransemennya dipercayakan oleh Tohpati, dipilihnya Tohpati  tentu bukan tanpa alasan, menurutnya Tohpati musiknya pantas dengan selera anak-anak sekarang.

” Untuk aransemen musiknya kita percayakan kepada Tohpati, alasannya ya karena selain dia musisi bagus dan terkenal, juga karena musiknya Tohpati saya anggap menggantikan selera kekinian atau milenial. Oleh karena itu biar nyambung dengan selera musiknya anak-anak sekarang, ” tambah orang dari musisi Dwikki Dharmawan itu.

Sementara Tohpati dengan juga ikut dalam acara terbit melalui   zoom mengaku tidak ada kesulitan dalam mengaransemen gaya sesuai dengan karakter vokal hak Ita.

” Untuk vocal hampir nggak ada uzur, kita tau kemampuan Ita itu luar biasa, sementara untuk musiknya kita sesuaikan dengan karakter vocalnya Ita, saya nggak mau ngubah atau memilih sound terlalu jauh dengan karakter suara Ita dengan khas dan sudah dikenal banyak orang, namun   secara irama tetap kita garap dengan bentuk kekinian, ” jelas Tohpati.

Ketika ditanya soal muslihat promosi yang akan dilakukan, Ita tidak mau membeberkan,   tetapi Ita malah melempar pertanyaan itu kepada sang produsernya HP Music yaitu Hadi Soenyoto untuk menjawabnya.

” Kita tak punya strategi khusus, tetapi kita gunakan sarana yang ada saja, seperti YouTube dan media sosial lainnya, tentunya juga promo  radio-radio. Lagu ini juga  sudah tersedia di semua platform digital laksana langit musik, deezer dan sportyfy, ” terang Hadi Sunyoto.

Lebih jauh Hadi Sunyoto juga menjelaskan tentang kemungkinan hendak diadakannya konser live, namun sebab masih dalam situasi Covid, oleh sebab itu yang paling mungkin adalah dengan menggelar konser virtual.

” Untuk konser mungkin saja bisa dilakukan, tapi karena situasinya begini (situasi Covid) ya hamba serahkan sama Dwikki saja (merujuk kepada Suami dari Ita Purnamasari). Nanti kita akan berembug sama Dwikki bagaimana bagusnya, ” tambahan Hadi Sunyoto.

Di sesi jumpa pers yang berlaku kurang lebih selama 1, 5 jam tersebut, Ita juga ditodong oleh wartawan untuk menyanyikan pembawaan “Semua Jadi Satu” secara tepat   dengan iringan piono yang ia mainkan sendiri. mengingat Ita juga memiliki kemampuan bermain piano dengan baik.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut serupa diputarkan potongan video   sejak lagu tersebut selama satu   menit. Mengapa cuma satu menit?, padahal lagu tersebut berdurasi bertambah dari satu menit?,   ternyata jawabanya agar para wartawan serta semua yang hadir penasaran. Siap jika ingin mendengarkan lagu dengan utuh bisa langsung klik pada channel YouTube HP Music.

Memuliakan Para Kreator Lagu

Ada hal yang patut digaris bawahi dari jumpa pers yang digelar kali ini, terutama pernyataan sebab pemilik HP Music yaitu Hadi Sunyoto. Terutama ketika ditanya sebab moderator acara yaitu Irish Riswoyo yang juga sekaligus Ketua PWI Jaya Sie Musik, Film dan Lifestyle.

Irish melamar tentang kegiatan HP Music dengan belakangan getol menampilkan kembali seniwati senior, untuk   berkiprah sedang di jagad musik Indonesia,   dengan merilis single-singlenya. Selain Ita Purnamasarin belum lama ini Hadi Sunyoto juga   menggaet ayah Dangdut Rhoma Irama, untuk berduet kembali dengan Rita Sugiarto dengan telah berpisah selama kurang bertambah 39 tahun lamanya. Kira kira apa yang menjadi target bisnisnya hingga berani mengekspos artis superior untuk kembali tampil?. Dengan balasan yang sederhana namun bermakna betul dalam, hadi Sunyoto pun menjawab.

” Saya tidak punya target apa, saya hanya ingin agar pencipta lagu ini mendapatkan haknya. Coba lihat, banyak sekali para yutuber mngcover lagu karakter tanpa injin, dia dapet duit banyak, tetapi penciptanya tidak dapat apa, kasihan kan penciptanya hanya gigit jari, “, jelas Hadi Sunyoto.

Lebih tinggi bos dari HP Music tersebut menambahkan, ” Sekarang kita punya kerjasama dengan YouTube, jadi jika ada orang yang sembarangan nyanyiin lagu orang tanpa ijin di YouTube kita akan minta buat di stop atau ditutunkan, kita perjuangkan ini, agar pencipta lagak dapet haknya, kasihan mereka, “. tambah Hadi Sunyoto.

Apa yang sedang diupayakan oleh bos HP Music ini tentusaja patut kita dukung, sebab benar adanya bahwa nasib penggubah lagu ini paling memprihatinkan jika dibanding dengan penyanyi atau arrangernya. Karena karyanya banyak yang digunakan orang minus ijin untuk meraih keuntungan awak.