September 20, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Mendapati! Tidak Ada Progres Penanggulangan Pandemi Corona Yang Signifikan

Mendapati! Tidak Ada Progres Penanggulangan Pandemi Corona Yang Signifikan
Jakarta, Akuratnews. com -Â Apa dengan dirasakan dan dikeluhkan masyarakat terpaut ketidakcakapan pemerintah dalam menangangani pandemi Corona (Covid-19) ini perlahan terjawab. Setidaknya hal di atas tergambarkan dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Sidang Kabinet pada 18 Juni lalu dengan dihadiri seluruh menteri di Istana Kepresidenan.

Jakarta, Akuratnews. com –  Apa yang dirasakan dan dikeluhkan masyarakat terkait ketidakcakapan pemerintah dalam menangangani pandemi Corona (Covid-19) ini perlahan terjawab.

Setidaknya hal di atas tergambarkan dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konvensi Kabinet pada 18 Juni semrawut yang dihadiri seluruh menteri dalam Istana Kepresidenan.

Bahkan dengan terang-terangan, Presiden Jokowi mengecap tidak ada progres yang istimewa dari penanggulangan pandemi Corona di negeri ini.

“Saya harus ngomong apa adanya, nggak ada progres yang signifikan, nggak ada! ” tegas Presiden Jokowi dalam video Rapat Kabinet yang baru diupload, Minggu (28/6).

Nada bicara Presiden Jokowi memang kerap meninggi saat membuka Sidang Kabinet ini. Dia mengutarakan bahwa di tiga bulan ke belakang hingga saat ini pada masa krisis akibat pandemi Corona, masih ada anggota kabinet berjalan biasa-biasa saja.

“Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini biasa. Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa sekadar. Saya jengkelnya di situ. Tersebut apa nggak punya perasaan, ” tandasnya.

Jokowi menegaskan, bahwa kondisi zaman ini diperlukan tindakan luar biasa atau extraordinary. Jangan sampai tertahan hanya oleh peraturan.

Ia mencontohkan, Kementerian Kesehatan dengan baru mencairkan 1, 53 persen anggaran. Padahal, anggaran yang dikasih sebesar Rp70-an triliun.

“Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan, ” tandas Presiden.

Soal bantuan sosial yang ditunggu masyarakat, Jokowi juga meminta untuk segera dikeluarkan. Jika ada perkara segera lakukan tindakan lapangan.

“Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary, harusnya 100 persen, ” tandas Kepala Negara.

Juga terkait stimulus ekonomi. Tempat meminta agar bantuan-bantuan segera diberikan kepada sektor mikro, kecil, menengah hingga industri padat karya supaya tidak terjadi krisis yang bertambah besar.

“Mereka menunggu semua. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu. Nggak ada artinya. Jalan mikro, kecil, menengah, perbankan, semuanya. Terutama yang padat karya. Perbolehkan prioritas pada mereka supaya tidak ada PHK. Jangan udah ada PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita hanya gara-gara peraturan, ” tegas Jokowi.

Mantan gubernur DKI itu bahkan menawarkan jika ada perkara dalam peraturan dan kebijakan, dirinya bisa menerbitkan Perppu seperti Perppu Nomor 1 yang memberi keleluasaan menteri mencairkan anggaran untuk pengerjaan Corona.

“Kalau mau minta keluarkan Perppu lagi saya buatkan lagi Perppu kalau yang ada belum lulus. Asal untuk rakyat, asal buat negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya, ” tegas Jokowi.

Jokowi apalagi terpikir akan membubarkan lembaga ataupun mencopot menteri.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya, ” cakap Jokowi dengan nada tinggi.

“Kalau Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah. Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary cepat akan saya lakukan, ” tegasnya.