December 1, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Luhur Muka Air di Seluruh Lambung Wilayah Batam Meningkat

Luhur Muka Air di Seluruh Lambung Wilayah Batam Meningkat
Batam, Akuratnews. com - Agung Muka Air seluruh waduk di wilayah Batam naik siginifikan di dalam tiga hari terakhir. Kenaikan TMA bahkan selamatkan operasional sebagian lambung. Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca dalam wilayah Batam tetap dilanjutkan hingga 20 hari mendatang.

Batam, Akuratnews. com – Tinggi Muka Air semesta waduk di wilayah Batam terangkat siginifikan dalam tiga hari terakhir. Kenaikan TMA bahkan selamatkan operasional sebagian waduk. Operasi Teknologi Mutasi Cuaca di wilayah Batam langgeng dilanjutkan hingga 20 hari mendatang.

Hingga kemarin, elevasi muka air Waduk Sei Ladi naik capai lebih dari satu meter (117 cm), Waduk Sei Harapan naik 61 cm, Waduk Muka Kuning naik 41 cm, Waduk Duriangkang naik 26 cm, dan Waduk Nongsa naik 21 cm.

“Setiap keadaan terjadi hujan di wilayah Batam dengan intensitas sedang hingga deras. Dalam beberapa hari ini, curah hujan memang cukup besar. Bersandarkan data penakar rata-rata curah hujan selama 10 hari ini mencapai 122, 3 mm, ” ujar Koordinator Lapangan TMC-BBTMC Posko Batam Budi Harsoyo di Batam, Selasa (23/6/2020).

Hujan lebat dalam tiga hari terakhir, tinggi Budi Harsoyo, mampu menyelamatkan kedudukan waduk itu sendiri. Salah satunya, waduk Muka Kuning yang gawat shut down atau berhenti operasional untuk suplai air baku. “TMA Waduk Muka Kuning turun sekitar 4 cm perhari karena pengambilan untuk kebutuhan air baku. Alhamdulillah, hujan deras pada Sabtu lalu, intensitas di Waduk Muka Pelit capai 52 mm sehingga bisa meningkatkan elevasi waduk setinggi 56 cm. Jadi posisinya sudah tenteram dan kembali beroperasi normal, ” ungkapnya.

Selain Waduk Muka Kuning, dampak TMC juga terlihat pada Waduk Sei Ledi. “Hujan dua hari pada Jum’at dan Sabtu lalu membuat elevasi Waduk Sei Ladi naik mulia meter lebih. Sekarang hanya dibutuhkan penambahan sekitar 98 cm dibanding batas limpas, ” ujar Watak Harsoyo.

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilaksanakan Balai Besar Teknologi Modifikasi Iklim (BBTMC-BPPT) dimulai sejak 10 Juni lalu. Selama 10 hari pengoperasian TMC di Batam, berdasarkan buatan analisis data curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission), bagian hujan tercatat telah mencapai 45, 1 juta meterkubik. “Kami lestari berjuang memanfaatkan potensi awan dengan ada untuk membantu masyarakat Batam keluar dari kesulitan kebutuhan minuman baku sehari-hari. Masih ada 20 hari ke depan pelaksanaan TMC khusus wilayah Batam, ” perkataan Jon Arifian, Pelaksana Harian Kepala BBTMC-BPPT.

Dalam jalan terpisah, Kepala BBTMC-BPPT Tri Handoko Seto kembali mengingatkan agar para pengelola waduk dapat melaksanakan TMC secara tepat waktu. “TMC harus menjadi bagian pengelolaan waduk keseluruhan. Sehingga tidak hanya memenuhi hajat air baku tetapi juga memajukan produktivitas waduk itu sendiri, meningkatkan pertanian, PLTA dan lain-lain, ” ujarnya.

Disisi lain, Tri Handoko Seto juga mencagarkan para pengelola waduk melakukan penataan manajemen arsip data waduk dengan baik. “Kekurangan di Batam zaman ini, kami belum mendapatkan masukan pemakaian air waduk harian untuk dapat menghitung volume hasil TMC secara lebih komprehensif. Oleh karena itu, disarankan agar penyimpanan dokumen dan pencatatan harian data hidrologi waduk dapat lebih ditingkatkan dan diperhatikan lebih baik lagi, ” ujarnya disela-sela Pendidikan Lemhanas.

Seperti diketahui, wilayah Batam yang terletak di Kepulauan Riau mengalami kekeringan akibat musim perut 2019 yang cukup panjang. Di dalam Januari-Februari lalu jumlah curah abu lebih rendah dari batas umum. Akibatnya, TMA Waduk-waduk di Batam turun drastic. Penurunan tinggi membuang air ini apabila tidak diantisipasi akan menjadi masalah serius bagi Pulau Batam dikarenakan kebutuhan sumber daya air baku hanya berawal dari waduk.