December 1, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Penuh Bursa Calon Kapolri, Publisher Indonesia: 7 Disanjung Satunya Dijelekkan

Penuh Bursa Calon Kapolri, Publisher Indonesia: 7 Disanjung Satunya Dijelekkan
Surabaya, Akuratnews. com - Semenjak Indonesia Police Watch (IPW) mengeluarkan nama-nama jenderal yang masuk ke dalam bursa calon Kapolri selanjutnya pengganti Jenderal Idham Aziz, masa ini di media dan jalan sosial terus menjadi perbincangan.

Surabaya, Akuratnews. com – Sejak Indonesia Police Watch (IPW) menghembuskan nama-nama jenderal yang masuk ke dalam bursa calon Kapolri selanjutnya pengganti Jenderal Idham Aziz, saat ini di media dan media sosial terus menjadi perbincangan.

Dibanding pendataan IPW kedelapan nama itu, terdiri dari lima jenderal kartika tiga (Komjen) dan tiga bintang dua (Irjen). Kedelapan nama itu mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga keluaran tahun 1991.

Itu adalah Komjen Rico (Kabaintelkam), Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam Polri), Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT), Komjen Sigit (Kabareskrim), dan Komjen Gatot (Wakapolri), sedangkan untuk bintang dua ada Irjen Nana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadil (Kapolda Jatim) kata Neta dalam petunjuk resminya beberapa waktu lalu.

Namun aroma persaingan tak sehat mulai kelihatan di ranah media dan media sosial, kejadian ini diungkap oleh pengamat jalan sekaligus pakar SEO dan publisher Indonesia Toni Romanzah, Sabtu (20/6/2020).

Kepada awak media Toni mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tau bahwa jabatan Kapolri tersebut domainnya Presiden, bukan domainnya LSM, Aliansi-aliansi, Partai dan sayap-sayap golongan.

“Ini saya tahu ada media yang menjelek-jelekkan satu calon, tapi menyanjung-nyanjung 7 bahan lainnya”, ujar Pria yang belasan tahun menjadi publisher google tersebut.

Lebih lanjut Toni mengamati berita-berita yang menjelekkan satu diantara kandidat malah hanya tayang dalam media itu aja dan kelihatan seperti pesanan.

“Kalau dilihat terkait dinamika calon Kapolri saya lihat begitu”, ujar adam yang saat ini sibuk memajukan SEO website para penggiat UMKM.

Pria yang serupa berpengalaman di dunia pemograman Website dan SEO ini juga mengatakan bahwa saat ini kita harus jeli melihat media-media yang menjelma alat framing.

“Kalau di Komunitas Publisher Indonesia, lurus sekali menilai suatu kredibilitas media atau website, misal hanya pada media itu saja tayang, tapi media lain tidak itu isyarat nya media “bodrex” kalau nama kawan-kawan wartawan, walaupun media yang sudah besar sekalipun”, ujar Tony.

Masih lanjut Tony, logikanya sebuah rilis berita jelas ratusan atau ribuan media yang akan menerbitkan, apalagi kan sesama jurnalis banyak komunitas dan asosiasi.

Kalau menjelek-jelekkan seseorang hanya tayang di satu media, sementara ribuan media lainnya ga ada, its bodrex, bisa saja karena terima fee rilis sementara media lain tidak menaikkan.

“Kenapa media online lain tidak menaikkan apalagi menyangkut satu diantara figur, mungkin mereka realistis, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta menilai ini orderan, pembunuhan leter atau bahkan ini ga tersedia feenya”, tutur Toni.

Toni juga menghimbau kepada umum untuk benar-benar melek saat ini apalagi di jaman arus keterangan yang begitu kencang saat tersebut, hoax juga sering kita jumpai dimana-mana.

“Harus tahu dan silakan manfaatkan media serta media sosial dengan baik & bijak, potensi besar juga karena tidak sedikit yang sukses menjelma publisher google baik itu youtube, web, aplikasi dan ppc lain serta teranyar facebook yang zaman ini sudah dibisa di monetize”, tutup Toni.
Pengeluaran HK