July 11, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Sarang Militer Komando Operasi Gabungan dalam Irak Diserang

Sarang Militer Komando Operasi Gabungan dalam Irak Diserang
Jakarta, Akuratnews. com - Pangkalan militer Komando Proses Gabungan yang menampung ribuan prajurit Amerika Serikat (AS) Taji Airbase kemarin malam mendapatkan serangan rudal dari kelompok tak dikenal.

Jakarta, Akuratnews. com berantakan Pangkalan militer Komando Operasi Gabungan yang menampung ribuan tentara Amerika Serikat (AS) Taji Airbase kemarin malam mendapatkan serangan rudal dari kelompok tak dikenal.

Serangan rudal itu tentu saja mengagetkan Washington. Sebab, serangan itu datang ditengah rencana Presiden AS Donald Trump akan menarik ribuan tentara AS dari Irak dalam waktu dekat ini.

Wacana penarikan militer AS kembali ke barak-barak mereka sebelumnya sudah dibicarakan antara otoritas pemerintahan Irak dengan Amerika Serikat beberapa hari lalu di Baghdad.

Alasan penarikan pasukan AS dari Irak karena AS menilai gerakan militan ISIS di Irak dan Suriah sudah mampu mereka kuasai selama menjalankan operasi gabungan di Irak.

Komandan Operasi Gabungan Irak mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyerang dua rudal yang mendarat di dalam Camp Taji Airbase pada Sabtu suangi itu.

Menurutnya, pelaku penyerangan memiliki tujuan negatif, yakni kesan bahwa Irak saat ini masih dalam situasi tidak damai.

“Pemboman ini adalah pesan yang tidak menginginkan kebaikan Irak dan rakyatnya, terutama semasa tahap ini. Oleh karena tersebut dinas keamanan kami menerima arahan mendesak untuk melakukan upaya intelijen kualitatif untuk mengungkap entitas-entitas pelaku penyerangan ini. Bagi kami keterangan mereka ini mereka berusaha melemahkan Irak, ” kata Komandan Berdiam Gabungan Irak dikutip dari Al-Masdar News, Minggu, (14/6/2020).

Hingga saat ini belum tersedia kelompok yang mengaku bertanggung tanggungan atas serangan tersebut. Sementara, GANDAR sendiri juga masih belum naikkan bicara terkait dengan serangan peluru kendali yang mendarat di tengah-tengah camp pasukan mereka tinggal itu.