September 20, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Luhut: China Salah Satu Kekuatan Negeri yang Tidak Bisa Diabaikan

Luhut: China Salah Satu Kekuatan Negeri yang Tidak Bisa Diabaikan
Jakarta, Akuratnews. com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan China menjadi salah satu kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan, tercatat oleh Indonesia.

Jakarta, Akuratnews. com – Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan China menjadi salah satu kekuatan negeri yang tidak bisa diabaikan, termasuk oleh Indonesia.

Hal itu diungkapkannya menyusul banyaknya isu negatif yang berhembus soal keterkaitannya dengan negara tirai bambu, khususnya dalam bidang investasi.

“Supaya anak muda tahu, ekonomi Tiongkok ini hampir 18 tip berpengaruh ke ekonomi global. Amerika kira-kira 25 persen. Jadi sering tidak suka, senang tidak suka, mau bilang apapun, Tiongkok itu merupakan kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan, ” katanya di dalam kuliah umum virtual, Jumat (5/6/2020).

Di hadapan para generasi millenial dan generasi Z, Luhut meminta publik tidak berpikiran terlalu sempit soal investasi China ini. Menurut nya, sebagai negara dengan bebas aktif, Indonesia justru kudu membangun hubungan yang baik dengan negara manapun. Itu dilakukan guna mendukung kekuatan Indonesia.

“Jadi tidak bisa kita musuhin satu (negara), maunya sama tersebut saja. Dan juga tidak ada alasan kita bermusuhan, ” katanya.

Luhut sebelumnya selalu dikaitkan secara negatif dengan investasi China. Begitu pula dengan rumor terkait tenaga kerja asal China yang dinilai akan menggusur lapangan kerja tenaga kerja lokal.

Mantan Menko Polhukam tersebut pun berulang kali menegaskan total TKA China yang datang ke Indonesia sangat kecil. Di zona industri Konawe, Sulawesi Tenggara, misalnya, TKA China hanya sekitar 8 persen dari total tenaga kegiatan yang terserap dalam proyek.

Jumlah TKA China pun diharapkan akan semakin berkurang secara dibangunnya politeknik di Morowali. “Terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) China, sebenarnya jumlah mereka seperti di Konawe hanya kurang lebih 8 persen dari para pekerja yang ada. Saat ini jumlah TKA juga makin berkurang dengan adanya politeknik di Morowali, ” katanya beberapa waktu sebelumnya.