October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Muhammadiyah Tolak Ajakan Berdamai Dengan Corona

Muhammadiyah Tolak Ajakan Berdamai Dengan Corona
Jakarta, Akuratnews. com - Ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdamai dengan virus Corona (Covid-19) terus menuai penolakan. Jika sebelumnya penolakan disuarakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekarang hal serupa disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Jakarta, Akuratnews. com – Ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdamai oleh virus Corona (Covid-19) terus menuai penolakan.

Jika sebelumnya penolakan disuarakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kini hal serupa disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin mengatakan, pergerakan kasus Covid-19 di tanah air masih terus naik dari hari ke hari dan belum ada tanda-tanda melandai. Untuk itu, upaya perlawanan terhadap penyebarannya harus ditingkatkan.

Menurut Agus, kebijakan untuk mengendorkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pernyataan untuk berdamai dengan disease corona di saat seperti ini bukan sikap yang tepat. Sebab, di sisi lain ada nasib para tenaga kesehatan dan warga masyarakat yang terpapar dipertaruhkan.

“Para tenaga kesehatan sekarang bertaruh nyawa menyelamatkan mereka yang terpapar Covid-19, mereka harus dijaga agar dapat bekerja dengan baik, ” tegasnya kepada wartawan, Rabu (20/5).

Sebagai wujud perlawanan terhadap penyebaran Covid-19, Muhammadiyah melalui jaringan strukturnya dari tingkat pusat hingga ranting terus melakukan berbagai upaya dalam rangka penanganan wabah Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan penanganan Covid-19 dibuat di tingkat pimpinan pusat dan diterjemahkan dalam aksi di lapangan dengan ujung tombaknya berada di Pimpinan Cabang (PCM) dan Ranting Muhammadiyah (PRM), selain Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Amir Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah, Ahmad Norma Permata mengatakan bahwa cabang dan ranting Muhammadiyah mempunyai peran yang penting dalam kerja-kerja penanganan wabah Covid-19.

“Merekalah yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan keseharian warga dan terhubung sebagaiselaku, ala, menurut, horisontal dengan struktur pemerintahan kecamatan, desa sampai RT-RW, ” sambungnya.

Saat ini sudah terbentuk 3. 849 PCM dari 7. 100 kecamatan di seluruh Indonesia dan 13. 612 PRM dari 81. 935 desa oleh persebaran paling banyak masih berada di Pulau Jawa. Dari jumlah tersebut terdapat 19 PCM lalu 23 PRM masuk kategori unggulan.

PCM dan PRM masuk kategori unggulan menurut Ahmad Norma Permata karena memenuhi beberapa indikator antara lain pembinaan jamaah (pengajian rutin yang dikelola dengan baik, Muhammadiyah menjadi rujukan ibadah, loyalitas), manajemen organisasi, kaderisasi serta partisipasi anak muda, pemberdayaan ekonomi warga persyarikatan, memiliki AUM unggulan yg mencerminkan Muhammadiyah yang berkemajuan (kreatif, inovatif, solutif) dan daya pengaruh ke umat dan penguasaan mass media.

Sementara itu berdasarkan update data yang masuk, hingga pagi ini Muhammadiyah sudah mengucurkan dana total Rp. 143. 458. 606. 000 dengan jumlah penerima manfaat second . 322. 922 jiwa tersebar di 30 propinsi yang sudah membentuk struktur MCCC.

“Muhammadiyah melalui MCCC berkomitmen untuk mendukung upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi, ” tutupnya.