September 23, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Mempertimbangkan Kebijakan Sekolah Dibuka Kembali

Mempertimbangkan Kebijakan Sekolah Dibuka Kembali
Akuratnews. com - Kemendikbud tetap berencana membuka sekolah di tahun anutan baru. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril memastikan bahwa tidak akan melaksanakan pengunduran tahun ajaran baru. Pihaknya masih mengkaji model pembelajaran apa yang akan diterapkan melalui daring atau tatap muka kembali. Awal sekolah diutamakan untuk wilayah dengan telah dinyatakan bebas dari penyebaran…

Akuratnews. com – Kemendikbud tetap berencana mengambil sekolah di tahun ajaran pertama. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril mengisbatkan bahwa tidak akan melakukan pembatalan tahun ajaran baru. Pihaknya masih mengkaji model pembelajaran apa yang akan diterapkan melalui daring atau tatap muka kembali. Pembukaan sekolah diutamakan untuk wilayah yang sudah dinyatakan bebas dari penyebaran virus corona. Pihak Kementerian menyontohkan pada Korea Selatan telah melakukan kesibukan kembali setelah aman dari corona. Hal inilah yang menjadi masukan dalam menentukan arah kebijakan pelajaran.

Kebijakan ini ialah tindak lanjut atas rencana pemerintah untuk berdamai dengan corona. Kementrian Koordinator Perekonomian telah melakukan uraian awal. Kajian tersebut adalah panduan untuk menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19. Dalam tilikan tersebut direncanakan bahwa sekolah bakal mulai dibuka pada tanggal 15 Juni 2020. Pembukaan sekolah tahun ajaran baru dilakukan dengan tentu menerapkan pembatasan jarak dan kurang penyesuaian.

Atas artikel kebijakan tersebut, sejumlah kalangan membuktikan pendapatnya. Peneliti di Pusat Pengkajian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Anggi Afriansyah berpendapat, membuka madrasah sangat berisiko. Pembukaan kembali sekolah tanpa memperhitungkan berbagai risiko bakal menambah penyebaran Covid-19. Apalagi kalau anak yang harus menggunakan transportasi publik. Di pihak lain, Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan introduksi kegiatan belajar di sekolah di pertengahan Juli 2020 masih berisiko. Beliau mengatakan bahwa perlu membenarkan keamanan lingkungan siswa dan pendidik dari virus corona. Kebijakan menelungkupkan kembali sekolah perlu memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik buat mencegah virus corona. Pembukaan sekolah yang paling realistis menurutnya adalah awal bulan Agustus.

Kekhawatiran juga dikemukakan oleh Pengantara Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pengasuh Indonesia, Satriawan. Ia cemas jika siswa dan guru menjadi objek covid-19 jika sekolah dibuka balik. Ia juga menyangsikan koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah yang terlihat tidak sinkron dalam penanganan corona. Satriawan menjelaskan bahwa Pembukaan sekolah harus disingkronkan dengan data urusan dan penyebaran corona di tiap daerah. Jangan sampai daerah dengan masih dalam pengawasan diperbolehkan mengambil sekolah. Beliau juga menilai tersedia beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait pembukaan sekolah. Misalnya mengatur teknis penyelenggaraan PPDB serta infrastruktur pendukung terkait penanganan corona pada sekolah. Kekhawatiran juga dikatakan oleh orangtua calon murid yang dikutip dalam wawancara Youtube Najwa Shihab. Ibu Widyawati mengaku was-was menancapkan anaknya ke SD kelas kepala sebelum kasus Covid-19 ini sudah benar-benar mereda.

Kebijakan pembukaan sekolah kembali tentu harus dilakukan dengan matang. Rencanya tersebut jika dilakukan tanpa pertimbangan sebab dokter sebagai rujukan akan membawa petaka. Pasalnya menurut ahli serta PBB, virus corona ini telah bermutasi dan menjadi semakin biadab. Bahkan WHO menyatakan bawah kira-kira virus corona tetap akan ada di muka bumi dalam jangka maktu yang lama. Virus tersebut dapat menjadi endemi seperti virus DBD yang hadir musiman. Negeri perlu benar-benar mengkaji lagi kecendekiaan ini dengan sangat matang. Tanpa sampai korban nyawa melayang karna salah urus pemerintah.

Tren kasus corona belum menemukan puncaknya. Ahli biostatistik Eijkman Oxford, Iqbal Elyazar mengatakan bahwa kurva yang disampaikan pemerintah setiap harinya kepada publik bukanlah kurva epidemi yang sesuai standar ilmu. Lihai di Indonesia menyatakan kebingungan & kesulitan melihat perkembangan kasus dengan sesungguhnya di dalam negeri. Patuh ahli, kurva yang menurun belum tentu karna kasusnya menurun. Negeri dinilai tidak transparan masalah petunjuk jumlah pemeriksaan yang sudan dikerjakan di lab di setiap wilayah. Intensitas pemeriksaan dalam mendeteksi orang yang positif terbilang rendah. Menyamakan keadaan di Indonesia dengan Korea Selatan tentu sangatlah timpang. Indeks kesehatan di Korea Selatan menyimpan urutan kedua dalam laman posisi Numbeo. com. Sedang Indonesia berharta pada urutan ke-55. Tentu sangat jauh membandingkan keadaan Korea Selatan dengan Indonesia. Sejak awal pandemi terjadi, Korea Selatan termasuk yang paling sigap dalam menangani kesehatan tubuh warganya. Data yang transparan dan pelayanan yang baik sudan dijalankan di Korea Selatan.

Pemerintah perlu segera memastikan kalau virus corona ini telah betul-betul mereda sebelum kebijakan sekolah dibuka dilakukan. Jika pemerintah tidak mengingat saran dari para ahli oleh sebab itu akan semakin menegaskan bahwa Pemerintah adalah penguasa yang tidak piawai dalam mengurus rakyatnya. Hadist Nabi tentang pemimpin Ruwaibidhah akan semakin terbukti. Rasulullah menegaskan bahwa mau datang masa penuh penipuan. Jika seorang yang jujur malah didustakan, sedang pengkhianat malah dipercaya. Masa itu Ruwaibidhah akan berbicara. Ruwaibidhah adalah orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.

Lalu bagaimanakah penguasa Islam membuat kebijakan. Jika memang benar Presiden serupa tengan Kepemimpinan Umar, maka kebijakannya pun seharusnya sama dengan Umar. Saat wabah terjadi di negeri Syam. Umar pun bermusyawarah dengen para saudara yang ahli dari kaum Muhajirin dan Anshar. Kemudian Abdurrahman bin Auf yang datang terlambat mengatakan hadits Nabi tentang karantina. Kepemimpinan Umar telah mengambil langkah dengan sangat bijaksana. Pertimbangan Khalifah Umar adalah untuk menyelamatkan orang banyak aga tidak dibinasakan oleh wabah. Begitulah seharusnya pemimpin sejati di dalam Islam.