July 11, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Netty: Pemerintah Jangan Ugal-Ugalan Membuat Kebijaksanaan!

Netty: Pemerintah Jangan Ugal-Ugalan Membuat Kebijaksanaan!
Jakarta, Akuratnews. com - Dewan Peserta Rakyat (DPR) menggelar Rapat Lengkap ke-15 atau rapat terakhir di Masa Persidangan III 2019-2020, pada Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020) petang.

Jakarta, Akuratnews. com – Dewan Cabang Rakyat (DPR) menggelar Rapat Lengkap ke-15 atau rapat terakhir pada Masa Persidangan III 2019-2020, dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020) petang.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel. Sebagian besar anggota DPR mengikuti rapur secara daring.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengesahkan kecewa dengan kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 selama kuartal I 2020. “Saya prihatin & sedih mengikuti rapat-rapat selama periode sidang kemarin. Sudahlah kesempatan berbahasa terbatas karena rapat daring, mitra kerja dari pemerintah juga invalid sigap dan antisipatif dalam menjalankan program. Saya melihat kepanikan pada sana sini, “tambahnya.

Oleh karena itu, dalam kwartal ke depan, ia berharap negeri lebih serius dan tidak serampangan dalam menerapkan kebijakan di sedang pandemi Covid-19. “Jangan ada lagi kebijakan yang ugal-ugalan. Pemerintah kudu benar-benar serius dalam membuat kecendekiaan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak di tengah gempuran pandemi Covid-19, ” terang Netty dalam keterangan tertulis, Selasa (12/05/2020).

Menurut legislator dibanding Fraksi PKS ini, kebijakan negeri selama ini tidak konsisten serta selalu membuat gaduh masyarakat. Ia mencontohkan wacana pemerintah yang ingin melonggarkan PSBB.

“Banyak kebijakan pemerintah yang tidak konsisten, seperti yang ingin melonggarkan PSBB, membuka akses transportasi antar tanah air dan membolehkan warga di lembah 45 tahun bekerja. Padahal curva pandemi Covid-19 masih terus menyusun yang menandakan kita belum tenang untuk melonggarkan PSBB, ” katanya.

Selain itu kecendekiaan aneh lainnya yang menjadi menjawab Netty adalah masalah Program Surat Prakerja. Ia menilai program ini adalah program yang tidak setimbal ke sebagian pihak serta sia-sia.

“Kartu prakerja tersebut program aneh dan tidak berpihak ke masyarakat kecil yang tidak bisa mengakses internet, padahal itu semua menggunakan uang rakyat. Dampaknya pun tidak jelas buat menambah income masyarakat yang terdampak Covid-19. Coba tanya ke lulusan pra kerja, bisa langsung kerja-kah itu sekarang? Ini program buang-buang perkiraan di tengah negara kesulitan uang untuk menyelamatkan rakyat, ” introduksi Netty.

Pemerintah di hal ini presiden, juga harus membuat skema bansos yang terkordinir dengan rapi. Netty meminta presiden turun mengorkestrasikan skema Jaring Tentara Sosial (JPS) yang telah direncanakan.

“Presiden harus mendarat mengorkestrasikan progran JPS agar sandaran dapat disalurkan dengan rapi dan merata. Jangan malah menimbulkan perselisihan di masyarakat karena data yang tidak valid dan jumlah sandaran yang tidak mencukupi kebutuhan, ” terangnya.

Sebagai penghabisan Netty mengatakan bahwa di zaman reses yang panjang ini (13 Mei -14 Juni 2020), dia dan seluruh anggota DPR MENODAI akan turun ke daerah pemilihan masing-masing. “Rakyat pasti bertanya di kami sebagai wakilnya tentang berselirat persoalan bansos, BPJS, Kartu Pra Kerja, pelonggaran PSBB, pelarangan mudik dan lainnya. Rakyat butuh penjelasan. Bismillah. Semoga saya dapat menyampaikan jawaban yang menenangkan rakyat, semoga saya dapat membantu meringankan beban hidup mereka semampu saya, ” katanya.