October 29, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Ternyata Kabar Hoaks Paling Banyak Ditemukan di Instagram

Ternyata Kabar Hoaks Paling Banyak Ditemukan di Instagram
Jakarta, Akuratnews. com porakporanda Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan jajaran Polres menemukan bahwa Instagram sebagai media sosial dengan paling banyak digunakan oleh oknum untuk menyebarkan berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian.

Jakarta, Akuratnews. com porakporanda Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan jajaran Polres menemukan kalau Instagram sebagai media sosial dengan paling banyak digunakan oleh oknum untuk menyebarkan berita bohong lain hoaks dan ujaran kebencian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Petugas Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020) mengatakan, ada 443 kasus hoaks serta ujaran kebencian yang ditangani jajarannya.

Seiring dengan jalan penyelidikan terhadap kasus tersebut, Kepolisian mengajukan permohonan pemblokiran terhadap 218 akun media sosial yang tersua membuat dan ikut menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Ini rincian termasuk akun Instagram ada 179, Facebook 27, Twitter 10, kemudian WhatsApp ada perut akun, ” kata Yusri.

Yusri mengatakan, kewenangan untuk melakukan pemblokiran terhadap akun media sosial tersebut ada di lengah Kemenkominfo.

Dia pula berharap permohonan pemblokiran yang diajukan pihak kepolisian bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan pada kalangan masyarakat.

“218 yang kita minta untuk pada blokir karena kewenangannya ada pada Kominfo. Tugas polisi menjaga serta masih patroli dunia maya. Kemudian kita berupaya untuk blokir dulu sambil berjalan kita menyelidiki, ” ujarnya.

Kemudian daripada 443 kasus tersebut, 14 kasus telah berhasil diungkap. Penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang jadi tersangka.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka ijmal dengan ancaman hukuman bervariasi tiba dari 6-10 tahun.