June 5, 2020

Orkutluv Update

Blog News

Di dalam Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19

Di dalam Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19
Jakarta, Akuratnews. com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Hebat bersama jajaran Polres hingga era ini menangani 443 kasus aksi pidana berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian.

Jakarta, Akuratnews. com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bergandengan jajaran Polres hingga saat itu menangani 443 kasus tindak kejahatan berita bohong alias hoax serta ujaran kebencian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan 443 kasus tersebut dikumpulkan selama April dan Mei 2020 dengan pengungkapan sebanyak 14 peristiwa.

“Penyelidikan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Polres pada wilayah hukum Polda Metro Hebat selama April sampai Mei ada 443 kasus, kemudian penyidikan dan pengungkapan tindak pidana tersebut dengan sudah kita ungkap ada 14 laporan yang sudah kita ungkap, ” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Kemudian dari 14 kejadian yang berhasil diungkap, penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang jadi tersangka yang saat ini metode hukumnya masih terus berjalan.

Adapun rincian laporan urusan hoax yang ditangani baik sebab Polda Metro Jaya dan banjaran Polres sebagai berikut, Polda Metro Jaya: 166 kasus, Polres Metro Jakarta Selatan: 51 kasus, Polres Metro Jakarta Barat: 36 peristiwa, Polres Metro Jakarta Utara: 23 kasus., Polres Metro Jakarta Timur: 1 kasus, Polres Metro Jakarta Pusat: 36 kasus, Polres Metro Depok: 25 kasus, Polres Metro Kota Bekasi: 11 kasus.

Kemudian, Polres Metro Kabupaten Bekasi: 44 kasus, Polresta Bandara Soetta: 1 kasus, Polres Metro Kota Tangerang: 17 kasus, Polres Tangerang Selatan: 8 kasus, Polres Kepulauan Seribu: 5 kasus, & Polres Pelabuhan Tanjung Priok: 19 kasus.

Yusri mengatakan, hoax tersebut disebarkan dengan menggunakan akun palsu di media baik dan aplikasi pesan instan WhatsApp. Selain hoax soal korona, Yusri menjelaskan para pelaku juga menghasilkan ujaran kebencian (hate speech) mengenai pejabat hingga Presiden Joko Widodo.

Yusri kemudian memberi contoh mengenai salah satu petunjuk Ditreskrimsus dengan Laporan Polisi Cetakan: LP/1863/III/YAN. 2. 5. / 2020/SPKTPMJ tanggal 19 Maret 2020 terpaut adanya unggahan dari akun twitter dengan nama lsandilaa dengan kata-kata berita siaran langsung (breaking news) CNN Indonesia dengan keterangan “ANTISIPASI CORONA, SELURUH BUMN DKI DITUTUP” “Erick: Penutupan Berlangsung Selama 2 Minggu”.

Setelah dikerjakan penyelidikan dan penyidikan, Anggota Subdit IV/Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berangkat ke Kota Brebes, JawaTengah, untuk melakukan penelitian terhadap tiga orang yang era ini masih berstatus saksi, yakni LMS, AH dan ANA.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dengan ancaman hukuman bervariasi mulai dari 6-10 tahun.

Bacaaan lainnya Slot Online